| Selasa, 24 Januari 2006 | NASIONAL |
SOSOKIming-iming Menggiurkan
MOTOR pengajuan hak angket impor beras dari Fraksi PDI Perjuangan, Aria Bima, mengakui ada rente soal impor beras. Dia mengatakan, pada masa Presiden Megawati Soekarnoputri dulu dirinya sering mendapat iming-iming uang komisi dari rente yang menggiurkan, namun ditolaknya. Angkanya lebih besar dari Rp 21,3 miliar yang bakal diusut Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), menyusul ramainya soal impor beras sekarang. ''Lebih besar dari itu. Pokoknya menggiurkan,'' katanya, di Jakarta, Senin kemarin. Anggota Komisi VI di DPR (membidangi soal beras) menilai, wajar saja jika iming-iming yang pernah ditolaknya itu sangat besar, karena Presiden Mega saat itu akan mengeluarkan kebijakan larangan impor, yang kemudian dinilainya memang berdampak positif. Jadi, manurutnya, soal kabar komisi Rp 21,34 miliar terkait dengan impor beras dari Vietnam bukan isapan jempol. Itulah yang akan diusut DPR dalam pengajuan hak angket impor beras. Aria Bima pun mengamini pernyataan Gus Dur (KH Abdurrahman Wahid, tentang 22 importir beras yang berulah menimbun beras agar langka, untuk alasan impor beras. ''Malah ada anak pejabat tinggi ikut terlibat. Wajar jika ngotot untuk menggagalkan pengajuan hak angket,'' ujarnya. (A.Adib-49t) | ||||