logo SUARA MERDEKA
Line
Selasa, 24 Januari 2006 NASIONAL
Line

Jalur Pantura Rusak Parah

SEMARANG - Kondisi infrastruktur di Jawa Tengah ternyata makin memprihatinkan. Banyak jalan kota, jalan provinsi, dan jalan nasional, mengalami kerusakan serius. Bahkan, 40 persen jalan nasional atau jalur yang pembiayaannya ditanggung APBN di sepanjang jalur pantai utara (pantura) rusak parah.

''Tingkat kerusakan jalan nasional jauh lebih tinggi daripada jalan provinsi. Sampai saat ini, dana pemeliharaan jalan masih sangat minim, bahkan bila dibandingkan dengan alokasi APBD untuk jalan provinsi, nilainya berselisih jauh,'' ujar Moh Endro Suyitno, Wakil Ketua Komisi D DPRD Jawa Tengah, Senin (23/1).

Dia mencontohkan, dana pemeliharaan jalan nasional saat ini hanya dipatok Rp 10 juta per kilometer dalam setahun. Jumlah itu cukup mengejutkan, lantaran biaya untuk jalan provinsi justru lebih besar, yakni Rp 14 juta/km.

Idealnya, alokasi untuk jalur lalu lintas antarprovinsi tersebut dianggarkan Rp 25 juta/km. Itu sebabnya, DPRD saat ini berusaha mendesak Departemen Pekerjaan Umum (PU) untuk menambah alokasi tersebut hingga sesuai dengan nilai ideal.

Bila diperhatikan, lanjut dia, kebanyakan jalan nasional yang rusak ditemukan di jalur utara Jawa Tengah. Nyaris sepanjang jalan, mulai dari Brebes hingga Rembang, memerlukan perbaikan serius.

Sebelumnya, Direktur Jalan dan Jembatan Wilayah Barat Direktorat Jenderal (Ditjen) Bina Marga Departemen Pekerjaan Umum, Purnarachman, menjelaskan, anggaran perbaikan jalan nasional pada tahun anggaran 2006 mengalami kenaikan. Sekarang ini, untuk perbaikan setiap kilometer jalan nasional dipatok anggaran antara Rp 17 juta - Rp 20 juta setiap tahun.(H12, G17-29a)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA