| Selasa, 24 Januari 2006 | NASIONAL |
Tamara: Tolong Jangan Tanya soal Keluarga
RUPANYA prahara biduk rumah tangga artis Tamara Bleszynski begitu memengaruhi kehidupan putra semata wayangnya, Tengku Rassya Islamy Pasya. Bocah berumur empat tahun itu tak bisa menyembunyikan kegalauannya, kala bahtera mahligai kedua orang tuanya gonjang-ganjing. Bahkan, ketika artis bernama lengkap Tamara Natalia Christina Mayawati Bleszynski Pasya itu ditanya ihwal kasus perceraiannya, Rassya, panggilan anak Tamara, tidak mau mendengarnya. Dengan sigap dua telinga bocah yang berwajah mirip dengan ayahnya, Teuku Rafly, itu ditutupnya rapat-rapat. Berharap pertanyaan cepat berlalu. "Tolong deh jangan tanya masalah itu, kasihan anak saya. Lihat itu, dia sampai tutup telinga," jelas Tamara, sembari melirik Rassya yang duduk di sebelahnya. Pertanyaan yang ditujukan kepada artis kelahiran Bandung 25 Desember 1974 itu pun tak lagi berlanjut. Terlebih saat dia meminta urusan rumah tangganya tak lagi disinggung. Hal itu terjadi saat Tamara bersilaturahmi ke Kantor Redaksi Suara Merdeka Jalan Kaligawe Km 5 Semarang, Senin (23/1). Dalam pertemuan itu, Tamara dan Rassya didampingi rombongan yang dipimpin Direktur PT Java Prima Abadi Jeffry selaku produsen Kopi Luwak dan Executive Direktur PT Brand Consep Communication Ernie Firmianti. Meski hanya sekitar 30 menit, pertemuan yang dihadiri beberapa anggota Redaksi itu berjalan penuh keakraban. Pertanyaan demi pertanyaan ditujukan kepada artis yang pernah membintangi sinetron Wah...Cantiknya itu. Dari mulai soal pornografi, tawaran main sinetron dan layar kaca, hingga alasannya mau dijadikan bintang iklan Kopi Luwak. Saat disinggung tentang pro-kontra rancangan undang-undang (RUU) pornografi yang sekarang ramai dibicarakan beberapa kalangan, Tamara tak menunjukkan keberatan. Selama pornografi yang dimaksud ada kejelasan batasan. "Saya sih mendukung (RUU pornografi), selama diberlakukan secara merata, tidak sebatas orangnya saja. Sebab, selama ini yang disorot masih seputar individunya, misalnya Inul. Tapi di lain pihak, masih banyak tabloid yang menyuguhkan gambar menggiurkan," ujarnya. Cinta Produk Lokal Artis yang pernah terlibat pementasan teater Julius Caezar empat tahun lalu itu berharap, RUU yang sedang digodok DPR itu bisa memberikan keadilan bagi semua pihak. Ketika dikejar dengan pertanyaan, bersediakah dia jika mendapat tawaran untuk beradegan syur, Tamara buru-buru menyela. "Syur itu yang bagaimana sih? Kan nggak jelas juga," ujarnya, sembari tersenyum. Mengenai tawaran akting, Tamara lebih memilih tampil di sinetron ketimbang main di layar lebar. "Jujur seneng di televisi, sebab bisa menyentuh segala lapisan masyarakat. Untuk film, mungkin belum ada tawaran yang cocok. Doain saja tahun ini dapat tawaran main," ujar artis yang dikabarkan menerima honor Rp 370 juta untuk aktingnya dalam film produksi RCTI berjudul Issue itu. Tak terkecuali saat ditanya perihal keterlibatannya sebagai bintang iklan Kopi Luwak. Artis yang mengaku baru pertama kali singgah di Kota Semarang itu dengan lugas menjawab bangga kalau bisa membintangi iklan kopi yang berasal dari Kota Lumpia ini. Dia tak khawatir jika membintangi iklan tersebut bisa menurunkan 'derajat' sebagai bintang iklan sebuah produk sabun yang dikenal sangat menjaga citra. "Saya bangga bisa jadi ikon iklan kopi." Lantas dia bercerita ihwal kesediaannya membintangi iklan Kopi Luwak. Selain mengaku pencinta kopi sejak SMA, Tamara melihat budaya minum kopi saat ini sangat digemari masyarakat modern. Menurutnya, minum kopi sudah menjadi semacam tren di kalangan ABG, terutama di kota-kota besar seperti Jakarta. Lain dari itu, yang lebih dijadikan alasan adalah kecintaannya akan produk lokal. "Harus bangga dong jadi iklan produk lokal, apalagi dari Semarang," tandasnya. Tamara yang sehari sebelumnya mengisi acara "Ngopi Bareng Tamara Bleszynski" di Java Supermall Semarang itu juga memberikan sumbangan sembako untuk korban bencana alam di beberapa wilayah Jawa Tengah. (fzm-14t) | ||||