logo SUARA MERDEKA
Line
Selasa, 24 Januari 2006 SEMARANG
Line

Diisukan Berformalin, Harga Ikan Turun 40 %

DEMAK - Santernya pemberitaan yang menyebutkan pemakaian formalin pada ikan asin dan makanan lainnya, dikeluhkan para pedagang di sejumlah pasar di Demak. Pasalnya, isu itu menjadikan harga jual ikan di pasaran turun sampai 40 %.

Hal itu mengemuka ketika tim gabungan dari Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK), Polres, dan Disperindag Demak turun ke pasar-pasar untuk meneliti kebenaran isu tersebut, Senin (23/1).

Salah seorang pedagang ikan di Pasar Bintoro, Muaniah (45) mengaku, sejak adanya isu formalin jumlah pembelinya menurun tajam. Kebanyakan pelanggan yang tetap membeli selalu menanyakan kepastian ikan dagangannya, apakah mengandung formalin atau tidak.

''Lha wong formalin saja saya tidak tahu. Yang pasti, ikan ini baru kami beli langsung dari nelayan di sini,'' ujarnya.

Akibat sedikitnya pembeli, dia dan pedagang ikan lainnya menurunkan harga jual sampai 40 %. Ikan bandeng ukuran sedang yang pada hari biasanya dijual Rp 10.000/kg, belakangan hanya Rp 6.000/kg.

''Itu pun tidak selaku dulu. Sekarang ini, semakin sulit menjualnya,'' imbuh Muainah. Pedagang ikan asin di pasar tersebut, Suripah (42) mengatakan, ikan asin dagangannya diolah sendiri, sehingga berani memastikan tidak berformalin.

''Saya membeli ikan dan mengasinkan sendiri, jadi berani menjamin tidak pakai formalin.''

Kepada para pedagang, Kasubdin Pengendalian dan Pembinaan Farmasi DKK, Budi Sutrisno mengatakan, tim tersebut bermaksud mengkaji kebenaran atas isu yang berkembang di lapangan.

''Jadi kalau hasilnya negatif, insya Allah akan membantu para pedagang, karena pembeli menjadi yakin,'' tuturnya sembari memilih beberapa jenis ikan yang dibelinya.

''Nah, ikan-ikan ini akan kami kirim ke laboratorium di Semarang untuk diuji kebenarannya, mengandung fomalin atau tidak. Para pedagang tidak perlu khawatir apalagi takut, karena semua demi kesehatan konsumen,'' tandasnya.

Selain mengambil sampel ikan, tahu, mi, dan bakso di Pasar Bintoro, tim tersebut juga melakukan hal serupa di Pasar Jebor dan Sayung. Jumlah sampel yang dikirim ada 23 jenis. (H1-51d)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA