| Selasa, 24 Januari 2006 | SEMARANG |
Biar Tak ke Sekolah, Tetap Bisa Mengajar Lewat InternetSEBAGIAN siswa akan berteriak girang ketika gurunya berhalangan hadir ke sekolah ataupun tidak dapat mengajar sehingga jam pelajaran tersebut kosong. Namun hal itu mungkin tidak lagi akan berlangsung lama, seiring dengan perkembangan teknologi saat ini terutama di bidang internet. Hal tersebut yang mendorong Telkom Divre IV Jateng DIY menggelar Program Pelatihan Internet bagi Guru Pengampu Pelajaran Komputer SLTP se-Kota Semarang, 23-28 Januari di ruang multimedia. Public Relation Telkom Divre IV Sudjatmiko mengemukakan, program itu merupakan sumbangsih Telkom dalam memanfaatkan kemajuan informasi dan teknologi khususnya internet bagi komunitas pendidikan. Sebagai penerapan kurikulum berbasis kompetensi, ujar dia, kemampuan dan pengetahuan para guru khususnya di bidang tersebut masih perlu ditingkatkan. ''Kami ingin mengubah paradigma lama, yaitu bila tidak ada guru maka siswa tidak bisa belajar. Untuk ke depan, Telkom berharap, melalui pengembangan program ini di mana dan kapan pun para guru tetap dapat mengajar dan memberikan tugas kepada siswanya melalui media internet,'' tandasnya. Dalam pelatihan itu, segala fasilitas yang meliputi materi, tempat, hardware, instruktur (dua orang dari Telkom), serta biaya akses disediakan gratis oleh Telkom. Jumlah peserta yang mengikuti pelatihan lima hari itu 100 orang (20 orang per hari). Situs Sekolah Materi yang disampaikan adalah dasar-dasar tentang internet meliputi cara browsing, membuat address e-mail, download data dan fail, serta pengenalan cara membuat situs sekolah. ''Telkom berharap, Dinas Pendidikan dapat memberikan dukungan kepada program itu dengan membuat situs masing-masing sekolah. Sementara itu dari Telkom, dukungan diwujudkan dengan pemberian diskon 40% untuk biaya akses,'' paparnya. Dia mengungkapkan, program itu tidak hanya akan berhenti di sini saja dan akan diteruskan dengan menjadikan para guru yang telah selesai menjalani pelatihan tersebut untuk menjadi instruktur di program-program berikutnya. Dengan demikian, penetrasi penggunaan internet di kalangan guru dan siswa akan semakin menyebar luas. (H10-18j) |