logo SUARA MERDEKA
Line
Selasa, 24 Januari 2006 SEMARANG
Line

50% Guru TK Belum Berijazah D-2

SEMARANG - Sekitar 50% guru Taman Kanak-kanak (TK) di Jateng belum berijazah D-2. Apabila pemerintah mensyaratkan pendidikan guru TK minimal S-1, jumlah guru yang tak memenuhi kualifikasi akan bertambah banyak.

Ketua Ikatan Guru TK Indonesia (IGTKI) Jateng Titi Legowati mengemukakan hal itu saat berkunjung ke IKIP PGRI Jalan Lontar, Senin (23/1).

Mendiknas Bambang Sudibyo saat berkunjung ke Semarang beberapa waktu lalu membeberkan, dari 40.572 guru TK/RA/BA pada tahun pelajaran 2005/2006 di Jateng hanya 5,33% atau 2.162 orang yang berijazah S-1. Sementara itu, 94,67% lainnya perlu ditingkatkan kualifikasinya agar bisa memenuhi syarat S-1.

Dari 35 kabupaten/kota di Jateng, guru TK yang memenuhi kualifikasi S-1 terbanyak adalah Wonogiri yang mencapai 15,6%, disusul Salatiga (12,6%), Surakarta (11,8%), dan Sukoharjo (11,8%). Sementara itu, yang relatif kecil persentasenya adalah Purworejo (1,0%), Batang (1,2%), dan Temanggung (1,5%).

Legowati enggan membeberkan persentase guru TK yang belum berijazah D-2. Yang jelas memprihatinkan. Pihaknya hanya berharap, guru yang mengajar di lembaga pendidikan paling dasar ini juga mendapat perhatian pemerintah.

''Kami berkunjung ke IKIP PGRI untuk melihat sistem pembelajaran di perguruan tinggi yang menghasilkan guru TK. Setelah melihat-lihat kelengkapan sarana seperti laboratorium bahasa, komputer, micro teaching, dan sejumlah sarana lain untuk mendidik calon guru TK, kami menginginkan ada kerja sama dengan kampus ini,'' ungkap Legowati.

Pelatihan

Pada kesempatan itu, Legowati dan rombongan berkeliling kampus meninjau sarana untuk pembelajaran calon guru TK bersama Rektor Drs Sulistiyo MPd dan Pembantu Rektor bidang Akademik Muhdi SH MHum. PGTKI Jateng menyambut positif tawaran IKIP akan memberikan pelatihan komputer dan penggunaan sarana lain demi peningkatan kualitas guru TK di Jateng.

Sulistiyo mengemukakan, sejak tiga tahun lalu pihaknya telah menyelenggarakan pendidikan untuk guru TK. IKIP PGRI telah meluluskan 72 guru TK dan yang sedang menempuh kuliah 320 mahasiswa.

''Guru TK di tempat kami dibekali dengan pengetahuan komputer, kemampuan berbahasa asing, dan pengetahuan lain agar saat bekerja sebagai pendidik mereka bisa mengaplikasikan. Karena kemampuan komputer dan bahasa merupakan tuntutan zaman, di TK pun diajarkan meski dengan porsi sedikit,'' papar Sulistiyo yang juga Sekretaris Umum PGR Jateng ini. (H7-18j)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA