| Selasa, 24 Januari 2006 | SEMARANG |
2006, Virus Bakal MerajalelaSEMARANG- Pembangunan rumah atau bentuk bangunan apa pun di tanah pada 2006 ini hendaknya memperhatikan bencana gempa yang diperkirakan terjadi di tahun ini. Karena itu, persyaratan pembangunan yang aman dari goncangan hendaknya menjadi perhatian pengembangan, sehingga bangunan aman untuk konsumen. Peringatan ini berdasarkan perhitungan feng shui sebagai tahun anjing dengan elemen tanah. Dari elemen tanah ini diperkirakan bencana alam yang terjadi banyak berhubungan dengan tanah. Sementara, bencana alam yang berhubungan dengan air seperti banjir akan berkurang. Karena itu, dalam mendesain bangunan perlu memperhitungkan kemungkinan terjadinya gempa. Pakar feng shui Mas Dian Mre mengatakan itu, di sela-sela talkshow Feng Shui, Shio, dan hubungannya dalam Buddha Dharma, Minggu (22/1), di Gedung Satya Graha Jl Ki Mangunsarkoro 11. Acara itu juga menghadirkan bhiksu senior Sangha Thravada Indonesia Ym Dharmavijayo Mahathera. Virus Merajalela Selain munculnya bahaya gempa, dalam tahun anjing tanah ini, menurut Mas Dian, penyakit yang diakibatkan virus akan merajalela. Jika 2005 flu burung mulai merebak, tahun ini akan semakin banyak lagi orang-orang yang terjangkit flu burung. "Semoga omongan saya ini salah,'' kata dia, yang juga membantah, apa yang diutarakan ini adalah ramalan belaka. ''Feng shui adalah ilmu logika. Bahkan dalam 15 tahun terakhir ini feng shui mulai dipadukan dengan ilmu lain, seperti arsitektur,'' katanya. Dalam membuat desain suatu bangunan, mereka sudah menggunakan teori-teori dari China ini. Mulai dari pemilihan lahan/lokasi, mereka acap kali mengacu pada ilmu ini. Seperti rumah yang berlokasi di suatu tempat yang disebut tusuk sate. Disebut tusuk sate jika rumah tersebut berada di ujung persimpangan jalan. "Dari segi feng shui posisi rumah seperti ini tidak baik dan pemiliknya akan sering sakit. Bahkan bisa meninggal,'' urai dia. Sakitnya pemilik rumah tersebut, kata Mas Dian, bukan akibat adanya makhluk halus seperti anggapan beberapa orang. Tetapi ketidaksehatan itu jika dipikir secara logika, lebih karena pengaruh letak rumah itu sendiri. Karena berada di ujung persimpangan, maka rumah tersebut akan banyak mendapat udara yang tidak sehat. Hal ini akibat kendaraan yang melaui persimpangan biasanya memperlambat lajunya. Maka gas emisi yang dikeluarkan akan semakin banyak. Udara yang bercampur gas emisi itu akan masuk rumah. (lin-18s) |