| Selasa, 24 Januari 2006 | SEMARANG |
Diajukan Rp 800 Juta untuk Banjir KaligaweSEMARANG - Pemerintah Kota (Pemkot) Semarang mengusulkan dana tanggap darurat kepada Gubernur Jateng sebesar Rp 800 juta untuk menangani banjir di Kaligawe. Namun hingga kemarin, Gubernur Mardiyanto belum memberikan keputusan atas permohonan tersebut. Jika disetujui, Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Kota Semarang berencana menggunakan dana itu untuk mengeruk saluran di depan Terminal Terboyo sampai ke Kali Sringin, sepanjang lebih dari 2,5 km. Yang Menjalankan Tugas (YMT) Kasubdin Pengairan DPU melalui stafnya Kumbino ST menjelaskan, kondisi saluran Terboyo, tepatnya mulai dari depan RSI Sultan Agung sampai Kali Sringin, mengalami pendangkalan. Idealnya, kedalaman saluran itu mencapai 1,2 meter. Namun akibat sedimentasi setebal 0,5 - 0,6 meter, saluran menjadi dangkal. ''Apabila hujan lebat, Kali Tenggang meluap dan melimpas ke Jalan Raya Kaligawe. Karena bagian utara jalan lebih rendah, air pun melimpas ke utara jalan dan masuk ke saluran Terboyo. Jika saluran itu tidak dikeruk, air akan meluap kemudian menggenangi bagian utara jalan,'' jelas Kumbino, Senin (23/1). Selain digunakan untuk mengeruk sedimen saluran Terboyo, dana tanggap darurat juga dialokasikan untuk memperbaiki tanggul Kali Sringin. Dengan pengerukan sedimen dan perbaikan tanggul, genangan di Kaligawe diharapkan dapat terkurangi. Kumbino mengakui, pengerukan saluran Terboyo dan Kali Sringin saja tidak cukup untuk menuntaskan persoalan banjir di Kaligawe. Penanganan tanggap darurat itu hanya mempersingkat waktu genangan. ''Setelah saluran dikeruk dan tanggul Kali Sringin diperbaiki, genangan diharapkan dapat surut dalam waktu 1,5 jam,'' jelasnya. Jawaban utama penanggulangan banjir di Kaligawe adalah normalisasi Kali Tenggang. Kumbino menambahkan, saat ini rencana teknis atau Detail Engineering Design (DED) normalisasi Kali Tenggang masih disusun. Proyek senilai Rp 7 miliar itu diperkirakan baru dimulai pada akhir 2006. Tunggu Keputusan Lebih lanjut Kumbino menambahkan, proposal tanggap darurat itu diserahkan melalui Biro Pembangunan Daerah (Bangda) Pemprov Jateng. Sampai sekarang, DPU masih harus menunggu giliran pembahasan proposal tersebut. Seperti diberitakan Suara Merdeka (23/1), Wali Kota mengirim surat kepada Gubernur Jateng untuk minta bantuan tanggap darurat bencana alam di Kota Semarang. Melalui surat bernomor 900/46 tanggal 4 Januari itu, diharapkan ada bantuan untuk penanganan swakelola banjir di kawasan Kaligawe, serta Padangsari Kelurahan Tinjomoyo. Meski banjir Kaligawe terjadi setiap tahun, baru kali ini DPU Kota Semarang mengajukan dana tanggap darurat. Menurut Kumbino, langkah itu ditempuh lantaran dana Operational Maintenance (OM) tidak cukup untuk membiayai pekerjaan besar seperti banjir Kaligawe. Ditemui terpisah, Ketua Komisi C (Bidang Pembangunan) DPRD Kota Semarang H Humam Mukti Azis menyatakan, pihaknya sudah meninjau dua lokasi yang dimintakan bantuan ke Pemprov. Namun, dia mengaku belum mengetahui surat tanggap darurat yang dikirimkan Wali Kota kepada Gubernur. ''Kemungkinan, surat Wali Kota ditembuskan kepada Ketua DPRD. Namun sampai sekarang belum ada disposisi ke komisi,'' katanya. (H5,H9-44d) |