logo SUARA MERDEKA
Line
Selasa, 24 Januari 2006 SEMARANG
Line

Kota Semarang Bakal Makin Macet

  • Pertumbuhan Ruas Jalan Lamban

SEMARANG - Pertumbuhan ruas jalan di Kota Semarang saat ini jauh lebih lambat dibanding pertambahan jumlah kendaraan. Akibatnya, sebagian besar ruas jalan bakal makin padat dan terancam macet.

Pakar transportasi Unika Soegijapranata, Rudatin Ruktiningsih ST MT mengemukakan, dari data statistik hasil studi Unika diketahui, perbandingan pertumbuhan ruas jalan dan antrean kendaraan adalah 1:11. Artinya, setiap panjang antrean kendaraan bertambah 11 km, panjang jalan hanya bertambah 1 km. Idealnya, perbandingan tersebut adalah 1:1. ''Ketidakseimbangan itu akan mengakibatkan kemacetan,'' katanya.

Pemerintah sebenarnya bisa mengurangi kepadatan tersebut, antara lain dengan mengeluarkan kebijakan pajak progresif untuk kendaraan pribadi. Dia memberi contoh, orang yang memiliki dua mobil, maka pajak untuk mobil kedua lebih mahal dibanding pajak mobil pertama. ''Dengan cara itu, orang akan berpikir panjang sebelum membeli mobil.''

Upaya kedua yang bisa dilakukan adalah menaikkan tarif parkir. "Pengguna kendaraan pribadi tentu membutuhkan tempat parkir. Jika tarif parkirnya mahal, orang akan beralih pada angkutan umum,'' paparnya.

Meski begitu, pembatasan itu tidak akan efektif jika tersedia sarana angkutan umum yang layak. Selama ini, salah satu alasan keengganan orang menggunakan angkutan umum karena rendahnya kualitas pelayanan. Bahkan Rudatin menilai, selama ini sarana yang ada belum bisa dikatakan layak. Misalnya, warga memanfaatkan angkutan umum namun mereka tidak mendapatkan rasa aman dan nyaman.

Optimalkan Jalan

Kasubdin Prasarana Jalan DPU Kota, Ir Nugroho Joko Purwanto mengatakan, upaya yang bisa dilakukan saat ini adalah meningkatkan jalan-jalan yang sudah ada, terutama di wilayah pinggiran.

Upaya tersebut selain menambah luas jalan, juga untuk membuka isolasi wilayah.

Dia menjelaskan, salah satu ruas yang digarap secara bertahap adalah jalur Rowosari dan perbatasan Ungaran sepanjang lebih kurang 4.000 meter. Dari jumlah tersebut, yang belum tertangani 1.200 meter.

Pemkot saat ini juga sedang berusaha memperlebar jalan Ngaliyan - Mijen dari 7 meter menjadi 24 meter. Pelebaran jalan yang sudah dilakukan Pemkot di jalur tersebut baru sepanjang 300 meter, yakni antara Pasar Ngaliyan sampai depan Kantor Camat dan dilanjutkan hingga SD Ngaliyan. Pemkot sedang melanjutkan pelebaran sampai depan Yayasan Sudirman, sepanjang lebih kurang 1.100 meter.

Jalur lain yang diharapkan bisa diperbaiki adalah antara Pasar Mangkang ke arah Podorejo. Panjang jalan yang saat ini belum tergarap adalah 1.500 meter, yakni di sebelah selatan Pasar Ngaliyan. ''Jalan tersebut diharapkan bisa menjadi jalur alternatif dari Mangkang ke Ngaliyan, Mijen, dan Gunungpati,'' papar dia. (nin,G6-18d)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA