| Selasa, 24 Januari 2006 | INTERNASIONAL |
Arroyo Masih Terancam Upaya KudetaMANILA - Rumor kudeta kembali mengguncang Filipina. Militer negara itu, Senin kemarin, mulai menyelidiki tentara yang diduga terlibat dalam persekongkolan untuk menyingkirkan Presiden Gloria Macapagal Arroyo. Namun para komandan senior berusaha mengesampingkan ancaman tersebut. Pasukan keamanan, yang rusak akibat korupsi dan kekurangan dana, melakukan paling tidak selusin upaya kudeta sejak diktator Ferdinand Marcos digulingkan oleh pemberontakan "kekuatan rakyat" pada 1986. Arroyo telah menumpas pemberontakan singkat oleh 300 perwira muda pada Juli 2003. Dia juga mampu bertahan dari pembelotan sekutu-sekutunya dan upaya lawan-lawan politiknya untuk meng-impeach-nya atas tuduhan mencurangi pemilihan dan korupsi. "Saya kira kami bisa mengatakan ada ancaman," kata Jenderal Generoso Senga, Panglima Agkatan Bersenjata, pada konferensi pers. Dia didampingi komandan AD, AL dan AU dalam konferensi pers itu. "Ada indikasi beberapa niat namun hal itu berbeda dari kemampuan mereka," tambahnya. Dia mengecam ancaman itu sebagai "tidak begitu serius". Senga menolak menjelaskan lebih lanjut tentang persekongkolan-persekongkolan khusus yang dibongkar militer. Dia malah minta para politikus agar jangan menyeret tentara ke dalam perebutan kekuasaan mereka. (rtr-niek-26) |