logo SUARA MERDEKA
Line
Selasa, 24 Januari 2006 INTERNASIONAL
Line

Diplomat Inggris Sadap Rusia

MOSKWA - Dinas intelijen Rusia Senin kemarin menuduh pejabat Kedutaan Besar Inggris memata-matai Moskwa. Tuduhan itu dilontarkan setelah ada laporan televisi Rusia bahwa sejumlah diplomat Inggris menggunakan alat transmisi yang disembunyikan dalam batu tiruan untuk menyadap rahasia Rusia. "Ya. Saya dapat menyatakan bahwa semua itu tuduhan itu benar. Semuanya berdasar informasi intelijen kami," kata juru bicara dinas keamanan negara Rusia FSB kepada Reuters.

"Para diplomat itu terlibat dalam aktivitas yang tidak sesuai dengan status diplomatik mereka," kata dia. Aktivitas yang dia maksud adalah kegiatan mata-mata.

Televisi Pemerintah Rusia Minggu lalu menyiarkan rekaman video mengenai kegiatan para diplomat Inggris saat memata-matai dengan alat penyadap mini. Peranti intelijen itu diletakkan di pinggir jalan Moskwa.

Televisi melaporkan, sebagian rekaman video itu dibuat pada musim gugur tahun lalu. Salah seorang pejabat Kedubes Inggris juga secara teratur memberikan uang kepada organisasi-organisasi nonpemerintah Rusia.

London Membantah

Awal bulan ini, Presiden Vladimir Putin menandatangani undang-undang yang mengharuskan lembaga swadaya masyarakat (LSM) mendaftarkan diri. Barat mengatakan, peraturan itu akan sangat mengekang aktivitas organisasi-organisasi masyarakat.

Di London, Kementerian Luar Negeri Inggris mengatakan: "Kami prihatin dan terkejut mendengar tuduhan itu. Kami membantah tuduhan bahwa kami melakukan tindakan yang tidak tepat dalam menjalin hubungan dengan LSM-LSM Rusia."

"Telah diketahui umum bahwa Pemerintah Inggris secara finansial menyokong proyek-proyek yang dijalankan LSM Rusia di bidang hak asasi manusia dan masyarakat sipil," tambah kementerian itu. "Semua bantuan kami diberikan secara terbuka dan bertujuan mendukung pembangunan masyarakat sipil yang sehat di Rusia."

Juru bicara Kedubes Inggris menolak berkomentar, apakah para diplomat yang disebut-sebut dalam laporan televisi itu masih berada di Rusia atau telah meninggalkan negara itu.

Presiden Rusia Vladimir Putin, yang adalah eks spion dinas rahasia KGB, menyatakan Barat menggunakan LSM-LSM sebagai instrumen politik. Putin menuduh LSM-LSM di Rusia dimanfaatkan untuk menyemai kerusuhan seperti pernah terjadi untuk menggulingkan kekuasaan Moskwa di Ukraina pada Desember 2004.

Kelompok-kelompok pemantau hak asasi manusia merasa gerah dengan tudingan itu.

Lyudmila Alexeyeva, ketua Kelompok Moskwa Helsinki yang terkait dengan kasus mata-mata itu, mengatakan kasus mata-mata itu dimaksudkan untuk menekan aktivis HAM. "Saya berpendapat, ini adalah bentuk tekanan terhadap organisasi nonpemerintah di Rusia. Negeri ini betul-betul hanya diatur dari atas, termasuk pula stasiun-stasiun televisi," kata Alexeyeva.(rtr-ben-25)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA