logo SUARA MERDEKA
Line
Selasa, 24 Januari 2006 INTERNASIONAL
Line

Abdullah ke Beijing Incar Ekspor Minyak

BEIJING - Arab Saudi dan China berencana menandatangani kesepakatan kerja sama energi selama kunjungan bersejarah pemimpin Saudi Raja Abdullah ke Beijing.

Kedua belah pihak berharap, lawatan Abdullah itu membuka babak baru hubungan Saudi-China yang lebih erat. Abdullah bertemu dengan Presiden China Hu Jintao di Balai Agung Rakyat, Beijing, Senin kemarin. Menurut Kementerian Luar Negeri China, kedua pemimpin akan menandatangani sejumlah perjanjian. Antara lain, nota kesepahaman mengenai peningkatan kerja sama bilateral dan investasi di sektor minyak, gas alam, dan mineral.

Seorang pejabat Saudi mengatakan kepada Asian Wall Street Journal bahwa kesepakatan itu tidak menyebutkan secara spesifik nama proyek atau jumlah uangnya.

Kunjungan Raja Abdullah itu dilakukan ketika permintaan energi China sangat tinggi seiring dengan pesatnya laju pertumbuhan ekonomi negara Asia tersebut. China saat ini merupakan konsumen minyak terbesar kedua di dunia.

Pada saat yang sama, Arab Saudi tengah berupaya melakukan diversifikasi perekonomiannya. Riyadh tidak ingin terlalu bergantung pada Amerika Serikat (konsumen minyak terbesar). Saudi adalah negara pengekspor minyak terbesar di dunia.

"Saya kira, kerja sama itu sangat berarti," kata seorang analis di Hong Kong yang tidak mau disebutkan namanya.

"China mengalami pertumbuhan yang sangat cepat. Di lain pihak, Arab Saudi memiliki produk yang amat dibutuhkan. Amerika memang pasar terbesar. Namun AS bukanlah pasar yang sedang berkembang pesat. Pasar AS telah jenuh. Pertumbuhannya pun lambat," tambah dia.

"Jika orang ingin melihat 20 tahun mendatang dan ingin masuk ke pasar terbesar di dunia, maka dia harus melirik ke China," ujarnya.

Duta Besar Arab Saudi untuk China Shaleh Al-Hujeilan kemarin mengatakan bahwa kunjungan Raja Abdullah merupakan tonggak bersejarah dalam menjalin hubungan kedua negara.

China merupakan negara pertama yang dikunjungi Raja Abdullah. Hujeilan mengatakan, kenyataan itu menunjukkan bahwa hubungan dengan China memiliki arti penting bagi Saudi. (rtr-afp-ben-25)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA