logo SUARA MERDEKA
Line
Selasa, 24 Januari 2006 INTERNASIONAL
Line

Jihad Islam Boikot Pemilu Palestina

GAZA - Kelompok militan Jihad Islam Senin kemarin mengumumkan aksi boikot terhadap pemilihan umum Palestina. Pemilu legislatif itu akan dilaksanakan Rabu (25/1).

Jihad Islam sejauh ini tidak mendaftarkan kandidat mereka. Kelompok itu mendesak para pendukung dan aktivisnya untuk tidak memberikan suara dalam pemilu itu.

"Kami memerintahkan seluruh pendukung dan pejuang kami untuk tidak ambil bagian dalam pemilu tersebut," demikian pernyataan kelompok itu yang disiarkan kemarin.

Jihad Islam sebelumnya tidak mengisyaratkan tanda-tanda akan melakukan aksi boikot. Belum jelas, apa dampak dari pernyataan boikot kelompok itu terhadap jumlah pemilih Palestina yang memberikan suara Rabu besok.

Kendati ada seruan boikot dari Jihad Islam, tahap kampanye pemilu Palestina sejauh ini berlangsung lancar. Gerakan Fatah pimpinan Presiden Mahmud Abbas kemarin berkampanye di Nablus, Tepi Barat. Dalam kampanyenya, Fatah berjanji akan melakukan perbaikan untuk Palestina.

Israel Menjauh

Sementara itu, tentara Israel kemarin berjanji akan menjauh dari kota-kota Palestina di Tepi Barat selama tiga hari ke depan. Hal itu dilakukan untuk mencegah intervensi tentara Israel dalam pemilu legislatif Palestina.

Radio Israel melaporkan bahwa tentara mereka tidak akan melakukan serangan militer, kecuali ada serangan bom atau informasi intelijen mengenai serangan dalam waktu dekat.

Koran Maariv memberitakan, tentara Israel tidak akan masuk ke kota-kota Palestina selama pemilu berlangsung. Pasukan Israel juga diinstruksikan untuk mengizinkan warga Palestina melewati pos-pos pemeriksaan militer Israel di Tepi Barat.

Juru bicara militer Israel menolak memberikan komentar mengenai berita-berita itu. Para komandan keamanan Israel maupun Palestina Minggu lalu mengatakan bahwa pasukan mereka berada dalam siaga tinggi.

Penjabat sementara perdana menteri Israel Ehud Olmert telah menyusun rencana tentang kemungkinan kelompok garis keras Hamas meraih banyak kursi dalam pemilu itu dan menempatkan orang-orangnya dalam pemerintah Palestina.

Israel sejauh ini menolak berdialog dengan Hamas. Sebab, kelompok militan itu secara resmi menyatakan akan menghancurkan Israel. Hamas merupakan dalang serangan-serangan bom bunuh diri terhadap Israel selama lima tahun terakhir.

Jajak pendapat menunjukkan Hamas merupakan saingan kuat Fatah. Kendati demikian, survei-survei itu menunjukkan Hamas masih kalah dukungan dibandingkan dengan Fatah. Namun, para pendukung setia Fatah juga makin banyak yang berpindah haluan ke Hamas. Hal ini mengakibatkan pertarungan politik akan berlangsung sangat keras.(rtr-ant-25)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA