| Selasa, 24 Januari 2006 | EKONOMI |
sekilas ekonomiMAP Raih ASIA'S Best ManagedJAKARTA-Perusahaan ritel papan atas, PT Mitra Adiperkasa Tbk (MAP) berhasil memenangkan salah satu penghargaan yang diberikan majalah bisnis terkemuka Asiamoney. MAP menjadi salah satu ASIA'S Best Managed Companies 2005 untuk kategori Small Cap Sector di Indonesia. Dalam proses seleksi ini, Asiamoney melakukan serangkaian pembicaraan dengan sejumlah fund manager dan analis. Hasilnya, memberikan keputusan tentang perusahaan di Asia yang dikelola dengan cara terbaik. Adapun parameter yang dipergunakan, antara lain strategi bisnis, pembayaran dividen dan kejelasan jalur komunikasi. ''Pengumuman penghargaan ini dimuat di majalah itu edisi Desember 2005 - Januari 2006,'' kata Ratih D. Gianda, Group Head of Investor Relation MAP di Jakarta kemarin. Sebagai perusahaan publik, Ratih mengatakan MAP juga dikenal sebagai pengelola department store, yakni SOGO, DEBENHAMS dan JAVA. Selain itu juga mengelola gerai peralatan dan perlengkapan olahraga, fesyen serta mainan dan perlengkapan anak-anak. Gerai itu di antaranya Planet Sports, The Athlete's Foot, Sports Station, Golf House, Reebok, Zara, Marks & Spencer, Morgan, Next, Nautica, Nine West, Kidz Station dan Starbucks Coffee. MAP mengelola lebih dari 500 gerai ritel di mal-mal terkemuka di 22 kota di seluruh Indonesia. (bn-33) Maskapai Swasta Buka Rute ASEAN JAKARTA-Sejumlah maskapai penerbangan akan memperluas rute dengan membuka rute ke negara-negara lain, seperti ASEAN, Asia Selatan dan Australia. Dirjen Perhubungan Udara Muhammad Ikhsan Tatang mengatakan hal itu usai peluncuran buku "Kasih Angkasa Pura II Buat Aceh" di Gedung Dephub kemarin. Beberapa maskapai itu, yakni Lion Air, Adam Air, Indonesia Air Asia dan Kartika Airlines. Rencananya, mereka akan membuka jalur penerbangan ke Ipoh Malaysia, India, dan kemungkinan Jepang. ''Kami sangat mendorong langkah tersebut. Karena itu sangat positif bagi industri penerbangan kita. Ini kan berarti, maskapai penerbangan swasta juga mampu terbang di kawasan regional, bahkan internasional,'' paparnya. Selama ini, lanjut dia, sejumlah maskapai sudah terbang ke beberapa kota di ASEAN, seperti Lion Air dan Adam Air. Dengan kian banyaknya perusahaan penerbangan yang menambah rute ke kota-kota di ASEAN, tentu makin menggairahkan industri penerbangan di tanah air. Dirjen mengungkapkan, saat ini pemerintah masih akan menutup izin penerbangan baru. Izin baru kemungkinan akan dibuka kembali setelah Undang-Undang Transportasi Udara yang sedang dibahas di parlemen selesai. Keputusan Menteri Nomor 81 Tahun 2004 yang mengatur perizinan usaha penerbangan, menurut Tatang, akan mengalami revisi. Di antaranya, kata dia, dalam hal kepemilikan pesawat. Dalam keputusan itu, setiap maskapai setidaknya mempunyai dua armada pesawat. Aturan itu akan direvisi menjadi 5 armada, dengan dua di antaranya milik sendiri, bukan sewa. (bn-33) |