logo SUARA MERDEKA
Line
Senin, 23 Januari 2006 SALA
Line

9 Ribu Bibit Pohon Jati Ditanam Atasi Tanah Longsor

BENCANA tanah longsor di kawasan Waduk Kedungombo, Kecamatan Kemusu Kabupaten Boyolali, dinilai memprihatinkan. Selama musim hujan, di kawasan tersebut beberapa kali terjadi bencana tanah longsor yang mengancam keselamatan warga. Kali terakhir terjadi di Dukuh Watugenuk Desa Sarimulyo, yang mengakibatkan puluhan pohon rusak dan beberapa rumah terancam longsor.

Meski tidak menimbulkan korban jiwa, bencana tanah longsor harus cepat diatasi. Apalagi, kondisi tanah di beberapa desa di Kecamatan Kemusu labil dan mudah bergerak. Karena itu, kini dilakukan upaya mengatasi tanah longsor dengan penghijauan.

Camat Kemusu, Drs Luwarno mengatakan, upaya mengatasi bencana tanah longsor akan dilakukan dengan cara penghijauan di semua desa. Upaya tersebut mendapat respons dari perangkat desa, bahkan KPH Telawa yang menyumbang 9.000 bibit pohon jati. Bibit tanaman itu secara resmi diterima pekan lalu dan sudah disebarluaskan kepada perangkat desa.

Dia mengatakan, tanah longsor memang menjadi bencana yang sering kali terjadi pada musim hujan. Hampir semua desa merupakan daerah yang rawan longsor, dan pada musim hujan ini memerlukan perhatian khusus. Apalagi di sekitar kawasan Waduk Kedungombo, bencana tanah longsor cukup membahayakan.

''Selama ini memang belum ada korban jiwa, tetapi setiap terjadi bencana tanah longsor mengancam keselamatan jiwa,'' paparnya.

Setiap Jumat

Menurut Luwarno, bibit pohon kayu jati diharapkan akan menjadi penyangga daerah yang labil dan mudah longsor.

Hasilnya memang baru dapat dirasakan dalam jangka panjang. Namun dengan gerakan penghijauan, ada kesungguhan atau upaya mencegah terjadinya bencana. Karena itu, setiap Jumat pihaknya meminta kepada semua perangkat desa untuk turun ke lapangan melakukan penghijauan.

Selain itu juga direncanakan gerakan penghijauan diikuti oleh semua pelajar dan instansi. Bibit tanaman tidak hanya berupa kayu jati, tetapi juga jenis tanaman lain. ''Saat ini kami sedang berusaha meminta bantuan kepada dinas terkait,'' ucapnya.

Dia mengatakan, bibit pohon kayu jati dalam jangka panjang sebenarnya tidak hanya sebagai penyanga tanah yang labil, tetapi juga untuk kemakmuran masyarakat desa. Selama ini, warga di kawasan Waduk Kedungombo sudah tidak asing lagi dengan kayu jati. Warga memang hidup di antara waduk dan hutan. ''Jadi, kalau menanam pohon kayu jati tidak asing lagi,'' tuturnya.

Kepala Desa Guwo Mahmud mengatakan, gerakan penghijauan hendaknya diimbangi dengan perbaikan jalan. Sebab, jalan desa yang rusak akan memengarui tanah longsor. Selain itu, di desanya ada tebing yang sangat rawan dengan hantaman ombak sungai. ''Karena itu, saya minta agar tebing diperkuat sebab warga akan menjadi korban bila dihantam gelombang sungai,'' tandasnya. (Suti Harjoyo-39d)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana | Ragam
Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA