| Senin, 23 Januari 2006 | PANTURA |
Hujan Tangis Sambut Kepulangan Rombongan HajiSUASANA di halaman gedung Setda Pemkot Pekalongan, Sabtu (21/1) lalu lain dari hari biasanya. Ratusan warga dari tua, muda hingga anak-anak, pagi itu terlihat memenuhi tempat tersebut. Ada kegiatan apa hingga mereka datang ke gedung, apakah mereka akan menggelar aksi demo? Ternyata tidak, ratusan orang itu ingin menjemput sanak saudaranya yang baru saja menunaikan ibadah rukun Islam kelima. Sesuai dengan jadwal, rombongan haji dari Kota Pekalongan yakni kloter 13 dan 14 pada hari itu pulang ke daerahnya. Rombongan yang pulang itu semua berjumlah 456 orang, yang dibagi menjadi dua kloter, yakni kloter 13 (215 orang) dan kloter 14 dengan rombongan lebih banyak, 241 orang. Di saat menunggu kedatangan jamaah haji, panitia selalu menginformasikan keberadaan posisi bus yang dinaiki mereka. "Sekarang posisi rombongan sudah berada di perbatasan Batang-Pekalongan," kata panitia kepada para penjemput. Begitu rombongan dari kloter 14 yang menggunakan enam bus tiba, masyarakat yang sudah tidak sabar menunggu kedatangan bus langsung menuju ke tempat penjemputan. Namun karena penjagaan yang ketat, akhirnya mereka tidak dibolehkan masuk. Sebab, yang diperkenankan masuk ke halaman gedung hanya sanak saudara terdekat dari jamaah haji. Suasana haru terlihat di tempat tersebut, ketika para jamaah haji tiba. Penjemputan disambut dengan hujan tangis dari keluarga mereka. Setiap kali bertemu dengan sanak keluarganya, mereka selalu berpelukan sambil menangis sesenggukan. Pemandangan yang sama juga terlihat ketika jamaah haji kloter 13 yang berkendaraan lima bus, tiba. Tangis mereka tak bisa terbendung, karena tidak bisa menahan haru dan rindu. Seusai melepas kerinduan, para jamaah kemudian mendekati busnya masing-masing untuk mengambil barang bawaannya dari Kota Mekah. Baru setelah itu, mereka pulang ke rumah masing-masing. Kasi Haji Kantor Departemen Agama (Kandepag) Kota Pekalongan, Mohamad Yahya mengungkapkan, jamaah haji yang diberangkatkan pada 11 Desember 2005 itu berjumlah 456 orang. Semua selamat sampai tujuan. "Saat di Mekah, ada beberapa yang menderita sakit tetapi tidak begitu parah, misalnya batuk dan pilek," kata dia. Di Batang Jamaah haji Kabupaten Batang, Jumat sore lalu tiba kembali di tanah air. Mereka diberangkatkan dalam dua kelompok terbang, yaitu 11 dan 12. Di pendapa kabupaten, rombongan yang dipimpin Ketua Tim Pendamping Haji Daerah (TPHD) Kabag Sosial H Soepadi disambut Wakil Bupati H Achfa Mahfudz dan Sekda H Soetadi. Menurut Kasubag Pemberdayaan Kehumasan Bagian Informasi dan Kehumasan (Inmas) Drs Fahrozi, tahun ini ada 420 jamaah haji. Termasuk juga Bupati H Bambang Bintoro bersama istri Hj Rini Bambang Bintoro. Dua haji meninggal yaitu Hj Fatimah (60) asal Desa Clapar, Kecamatan Subah, yang wafat saat melakukan wukuf, sedangkan H Zaenuri (65) asal Gondang, meninggal dunia di Bandara King Abdul Azis Madinah beberapa saat menjelang kepulangan ke Indoesia. Jenazah keduanya dimakamkan di Tanah Suci.(Moch Achid Nugroho, Arif Suryoto-52s) |