| Senin, 23 Januari 2006 | PANTURA |
Ustad Jefri Al Buchori: Kita Bukan Badut"HALO coy, oke coy, beres coy," kata dai kondang ustad Jefri Al Buchori dari Jakarta, saat melihat ribuan pengunjung yang memadati pengajiannya dalam rangka peresmian Masjid Al Baroqah, di Desa Jatirawa, Kecamatan Tarub, Kabupaten Tegal, yang saling dorong dan merangsek mendekati panggung. Sapaan dengan gaya gaul tersebut ternyata cukup ampuh meredam siatuasi. Ribuan anak muda yang berdiri tidak jauh dari panggung tempat ustad asal Jakarta tersebut berkotbah, secara perlahan duduk. "Ya bagus duduk saja seperti itu. Jangan saling dorong. Kalau yang masih muda sih nda pa pa, karena masih kuat fisiknya. Kasihan ibu-ibu yang sudah tua, tidak kuat. Juga di depan ada anak-anak kecil. Oke coy," sapa dai, yang namanya mengaku banyak dibesarkan media elektronik dan cetak tersebut. Menurut dia, negara dan bangsa saat ini dalam keprihatinan. Karena itu, harus menggelorakan semangat persatuan dan kesatuan. Semangat tersebut dapat diwujudkan dengan saling membantu warga yang tengah dilanda kesusahan. Antara lain, akibat terjadi bencana alam seperti banjir, tanah longsor, dan kelaparan. Dia mengimbau umat Islam yang ingin disayang Allah, mau menyisihkan hartanya untuk membantu warga yang tengah dilanda kesusahan. "Kita tidak bisa berjalan dengan satu roda. Harus dengan dua atau empat roda. Jadi, harus bersatu dalam kondisi apa pun. Sebab apa, yang biasa berjalan dengan satu roda itu namanya badut. Kita bukan badut. Jadi harus berjalan bersama untuk membantu warga yang tengah dilanda kesusahan," paparnya, yang disambut aplaus meriah ribuan pengunjung pengajian tersebut. Kacau Friend "Adu du duh Mas, Mbak jangan saling dorong. Nanti jadi kacau friend. Iya kan friend?" kata ustad Jefri, kembali mengingatkan pengunjung acara itu yang masih saling dorong. "Air! Air! Air!" teriak ratusan pengunjung yang terlihat kepanasan akibat terik sinar matahari yang mulai menyengat pukul 11:30, kemarin. Mendengar ucapan seperti itu, ustad yang murah senyum dan selalu mengajak berdialog saat berkotbah, langsung mengomentarinya. Dia kemudian membaca shalawat dan mengajak pengunjung berdoa agar cuaca hari teduh saat mendengarkan pengajian. "Iya kan, doa kita langsung diterima. Cuaca tidak panas lagi. Sudah meredup dan tidak panas. Oke?" kata dia, yang disambut tertawa cekikikan anak-anak muda yang berada di dekat panggung. Hampir satu jam dai itu memberi wejangan. Acara kemudian dilanjutkan dengan peresmian masjid oleh Bupati Tegal Agus Riyanto. Peresmian ditandai dengan pemukulan beduk masjid dengan telapak tangan. Secara terpisah, Ketua Panitia kegiatan tersebut, Ahmad Basuki SH dan Ketua Takmir Masjid Al Baroqah Drs Abror mengatakan, masjid yang mulai dibangun atas swadaya warga pada 20 September lalu, dapat diselesaikan pada 3 Desember 2005 lalu. Menghabiskan biaya Rp 125 juta. Dia mengatakan, sebelum pengajian dan peresmian masjid dilakukan, pihak panitia menggelar acara khitan massal yang diikuti sembilan anak dari warga kurang mampu. Sementara itu, selesai memberikan ceramah di Jatirawa, ustad Jefri langsung menuju Desa Pakulaut, Kecamatan Margasari. Di tempat tersebut, dia diminta memberikan ceramah serupa di hadapan anggota Majelis Taklim Nurul Jannah dan warga sekitar.(Riyono Toepra-52s) |