logo SUARA MERDEKA
Line
Senin, 23 Januari 2006 PANTURA
Line

Operasi Ketiga Berhasil, Kokoh Tersenyum

PASIEN usus buntu. Kokoh Herlambang (12), warga Desa Debong Wetan, Kecamatan Dukuhturi, Kabupaten Tegal, Sabtu (21/1) tampak lebih ceria dari hari-hari sebelumnya.

Tubuh siswa Kelas IV SDN Debong Wetan itu terlihat lebih gemuk dibandingkan sebulan lalu ketika ditemui. Tak ada lagi keluhan sakit pada bagian perutnya yang pernah bocor usai operasi terdahulu.

Ibu Kokoh, Susriyati (37), yang selalu setia menemani di ruang Teratai Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kardinah Kota Tegal juga tampak lega dengan suksesnya operasi ketiga Sabtu (7/1) yang dijalani anak bungsunya itu.

Kokoh telah mengalami perawatan di rumah sakit tersebut sejak 22 Oktober 2005 lalu. Operasi pertama dan kedua yang dijalani malah justru membuat orang tua dan kerabat pasien cemas. Pasalnya, bocah itu mengalami kebocoran di bagian perut.

Kebocoran itu diduga akibat jahitan yang tidak sempurna setelah operasi pertama dan kedua dijalani. Setiap habis makan, sebagian dari makanan yang ditelannya keluar dari lubang bekas jahitan di bagian perut.

Operasi ketiga yang dijalani dinilai berhasil oleh tim dokter yang menangani. Tim terdiri atas Direktur RSUD Kardinah dokter Abdal Hakim Tohari SpRM sebagai Ketua Tim Penanganan, dokter Darmono Sudarbo SpB sebagai Ketua Operator, dengan anggota dokter Herry Susanto SpA dan dokter Irawan SpB.

Abdal mengatakan operasi yang dilakukan selama dua jam tim bukan lagi operasi usus buntu, melainkan operasi dengan membuka rongga perut. "Operasi dilakukan dengan membebaskan perlekatan-perlekatan yang ada dengan tujuan penyambungan usus," ujar dia.

Kondisi usus buntu pasien dikatakan sudah tidak ada masalah. Selain itu status gizi dinilai makin membaik. "Berat badan Kokoh mengalami kenaikan yang cukup signifikan meskipun belum mencapai normal," imbuh dia.

Seperti diberitakan sebelumnya, tim dokter tidak melakukan operasi ketiga secepatnya karena status gizi pasien kurang mendukung. Sehingga, pasien baru dapat menjalani operasi setelah status gizi yang membaik di antaranya ditandai dengan kenaikan berat badan.

Berdasarkan data rekam medik berat badan Kokoh semula hanya 19,5 kilogram, sedangkan menjelang dilakukan operasi ketiga diketahui berat badan mencapai 21 kilogram.

Berobat Jalan

Pihak rumah sakit mengizinkan Kokoh berobat jalan setelah diketahui kondisinya yang terus membaik. "Dalam dua hingga tiga hari ini pasien sudah diperbolehkan rawat jalan," kata Abdal.

Mengenai biaya perawatan, karena keluarga pasien termasuk golongan tidak mampu dan tercatat dalam program Jaring Pengaman Sosial (JPS), pasien dibebaskan dari biaya apapun. Hal itu ditegaskan Abdal.

Saat ditemui, ibu pasien yang sehari-hari berdagang makanan ringan di rumahnya mengungkapkan kelegaannya dengan kondisi anaknya yang semakin membaik.

Selama anaknya dirawat di rumah sakit dia berhenti berdagang. Rencananya, dia akan kembali berdagang setelah anaknya dibawa pulang. Sedangkan suami dikatakan sudah memulai bekerja sebagai buruh sejak satu bulan terakhir.

Dalam kesempatan itu dia mengucapkan terima kasih kepada pihak rumah sakit yang telah mengusahakan kesembuhan dan membebaskan biaya perawatan anaknya.(Siti Kholidah-19)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana | Ragam
Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA