logo SUARA MERDEKA
Line
Senin, 23 Januari 2006 PANTURA
Line

Paviliun Dewadaru RSUD Bocor

  • Baru Sebulan Ditempati

TEGAL- Baru sebulan ditempati, Paviliun Dewadaru RSUD Kardinah Tegal mulai dikeluhkan. Keluhan pada sebagian atap lantai I gedung dirembesi air dari bak mandi lantai II. Rembesan air bahkan menetes serta mencapai dinding bangunan.

Temuan itu terungkap dalam sidak Komisi C DPRD yang dilakukan Sabtu (21/1). Dalam kunjungan itu anggota Komisi C menemukan kebocoran di sebagian ruang lantai II.

"Rembesan air di dinding dapat membuat bangunan cepat rusak," kata Ketua Komisi C Agil Riyanto Darmowiyoto. Rembesan antara lain terlihat di ruang tunggu lantai I, di bawah meja resepsionis serta beberapa kamar mandi yang terletak langsung di bawah kamar mandi lantai II.

Staf RSUD, Ida, mengatakan rembesan mulai terlihat sejak beberapa hari terakhir ini. Di lantai II rembesan bahkan sampai menetes. Itu terjadi di kamar nomor 7, 10, 11, dan 16.

Diduga rembesan di lantai II berasal dari air hujan. Aliran air di atap diperkirakan tidak lancar, sehingga menggenang lalu merembes ke dalam ruangan. Selain air hujan rembesan juga ditimbulkan dari air AC.

Dikatakan, kondisi itu mengganggu kenyamanan pasien. Untuk mencegah tetesan air, staf setempat melakukan upaya darurat yaitu menambal menggunakan silikon. Meski demikian, beberapa ruang hingga kini masih belum diperbaiki.

Agil menyayangkan kerusakan tersebut karena bangunan senilai Rp 2,7 miliar itu baru sebulan difungsikan. Dia meminta pihak pemborong segera memperbaiki kekurangan.

Berjanji

Direktur RSUD dokter Abdal Hakim Tohari yang mendampingi kunjungan anggota Komisi C berjanji akan menindaklanjuti temuan itu. Dijelaskan, Paviliun Dewadaru masih dalam masa pemeliharaan selama enam bulan.

Pihaknya akan meminta CV Bramasta Semarang dan PT Bhakti Jasa Asih selaku pelaksana memperbaiki kerusakan sebelum masa pemeliharaan berakhir.

Perlu diketahui, paviliun Dewadaru diresmikan Wali Kota Tegal 20 Desember tahun lalu. Fasilitas itu ditujukan masyarakat golongan menengah ke atas. Ruangan yang tersedia terdiri atas empat ruang VIP A dan 13 ruang VIP B. Selain itu terdapat pula 17 poliklinik dan 16 pelayanan spesialistik.

Tarif untuk ruang VIP A Rp 250.000 per hari. Dengan rincian biaya fasilitas kamar Rp 200.000 dan biaya visit Rp 50.000. Ruang VIP B seharga Rp 200.000 per hari (tarif kamar Rp 150.000).

Selain nilai bangunan Rp 2,7 miliar, Pemkot juga membenamkan dana untuk membeli peralatan Rp 1,9 miliar. Dana yang digunakan dari dari APBD 2004 dan APBD 2005.(H16-19)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana | Ragam
Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA