| Senin, 23 Januari 2006 | PANTURA |
Asosiasi Suplier Dolog Desak Operasi Pasar
BREBES - Terkait dengan kenaikan harga beras, Asosiasi Suplier Dolog Kabupaten Brebes mendesak Bulog dan Pemkab untuk secepatnya melakukan operasi pasar. Pasalnya, harga beras di pasaran saat ini melebihi harga eceran tertinggi (HET) yang ditetapkan pemerintah, yakni Rp 2.800/kg - Rp 3.500/kg. Akibatnya, warga menjerit karena tidak mampu memenuhi kebutuhan tersebut. Hal itu dikemukakan Ketua Assosiasi Drs Agus Chairul Anwar Msi, kemarin. Menurutnya, dengan adanya operasi pasar, harga beras yang terjadi saat ini bisa ditekan sehingga terjangkau masyarakat. Sebab, saat ini harga beras di wilayah Kabupaten Brebes melambung. Harga beras kualitas baik mencapai Rp 5.500/kg, sedangkan harga beras kualitas sedang atau umbuk (konsumsi masyarakat umum) mencapai Rp 4.800/kg. "Jika tidak segera dilakukan operasi pasar dikhawatirkan akan berimbas pada tingkat keamanan dan ketertiban. Sebab, masalah ini menyangkut urusan perut," katanya. Selain itu, pihaknya juga memandang operasi pasar itu perlu dilakukan oleh Bulog karena persediaan stok beras dinilai cukup. Meski untuk mengantisipasi kenaikan harga beras Pemkab telah melaksanakan program raskin dan bantuan paket sembako, hal itu belum sepenuhnya mampu mencukupi kebutuhan beras masyarakat. Menurutnya, daerah yang kebutuhan berasnya dinilai tinggi, mayoritas berada di wilayah sepanjang jalur pantura Brebes seperti Kecamatan Wanasari, Bulakamba, Tanjung, dan Losari. Sebab, musim panen masih dua bulan lagi. Sementara itu, salah seorang pedagang beras di Pasar Induk Brebes, Tobari (45), mengatakan, akibat kenaikan harga beras, transaksi beras di pasar tersebut kini semakin sepi. Konsumen mulai mengurangi pembeliannya untuk melakukan penghematan. Padahal, saat ini pasokan beras di wilayah tersebut masih lancar. Sebab, sekitar seminggu sebelumnya, dia harus berebut beras dengan para pedagang lain. Namun saat ini dia sudah bisa mendapatkan beras secara rutin meskipun jumlahnya terbatas. Normal Hal senada juga dikemukakan pedagang beras lainnya, yaitu Robiyah (34). Menurutnya, saat ini pasokan beras sudah mulai normal kembali. Sebelumnya, dia hanya mendapatkan pasokan dua ton per empat hari, namun saat ini dia sudah bisa mendapatkannya dua hari sekali. Meski demikian, harga beras masih sangat tinggi. Bahkan dia menduga harga beras belum akan turun hingga akhir bulan ini. Akibatnya, penjualan beras mengalami penurunan hingga mencapai lebih dari 50%. Dalam sehari, Robiyah mengaku bisa menjual sekitar 3-5 ton beras. Namun saat ini ia hanya mampu menjual 0,5 - 1,5 ton per hari. Harga beras C-4 dengan kualitas sedang mencapai Rp 4.500 - Rp 4.800 per kilogram. Padahal sekitar dua minggu sebelumnya, harga beras masih berada pada kisaran Rp 4.300/kg. Sementara itu, harga beras di tingkat pedagang eceran di Kabupaten Brebes telah mencapai Rp 5.000/kg. Kondisi itu dikeluhkan masyarakat. Wastri, warga Kelurahan Gandasuli, Brebes misalnya, dengan penghasilan suaminya sebagai tukang becak yang tidak menentu, dia dituntut untuk pandai membagi uang agar semua kebutuhan keluarganya tercukupi, termasuk biaya sekolah anaknya. (H17-52n) |