| Senin, 23 Januari 2006 | PANTURA |
TPI Tegal LumpuhTEGAL- Selama kurang lebih satu minggu terakhir aktivitas tempat pelelangan ikan (TPI) Tegal lumpuh. Di tempat tersebut yang biasanya penuh dengan transaksi penjualan dan pembelian ikan terlihat lengang. Sejumlah pedagang dari luar daerah maupun dari dalam kota yang akan membeli ikan di tempat itu terpaksa pulang dengan tangan hampa. Selain itu ratusan pekerja yang terkait dengan proses pelelangan ikan, seperti kuli angkut dan cuci ikan, terpaksa menganggur. Hal itu seperti dialami seorang pedagang ikan dari Pemalang, yaitu Kadarisman (45). Menurut dia sudah empat hari ini ia tidak mendapatkan ikan. Pasalnya, tidak ada satupun kapal yang merapat untuk membongkar ikan, sehingga tidak ada transaksi pelelangan ikan. Padahal, biasanya ia bisa mendapatkan ikan sebanyak empat kuintal per hari. Kadarisman mengatakan, karena di Tegal tidak ada ikan saat ini ia kebingungan mendapatkan untuk memenuhi kebutuhan konsumen di wilayahnya. Selain itu, harganya juga melambung. Menurutnya, sejumlah pedagang yang masih bisa mendapatkan ikan menjual dengan harga tinggi. Ikan tongkol yang sebelumnya dijual Rp 6.000 per kilogram, saat ini naik menjadi Rp 7.500. Begitu pula dengan ikan lain seperti ikan bandeng dan layar. Kerugian Kondisi demikian mengakibatkan kerugian yang tidak sedikit bagi dirinya. Sebab, untuk ongkos pulang pergi mencari ikan dibutuhkan biaya sekitar Rp 60.000 per hari. Apabila, tidak mendapatkan ikan uang tersebut hilang dan ia terpaksa merugi. Menurut Sekretaris Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI), M Taufik, kondisi nelayan saat ini memang sedang sepi. Pasalnya, pada musim barat kali ini gelombang laut sangat besar, sehingga banyak nelayan yang tidak berani melaut. Hasil tangkapan di laut pun sedikit. Akibatnya, banyak nelayan yang terpaksa menunda perjalanan atau memperpanjang waktu di laut. (H17-19) |