| Senin, 23 Januari 2006 | PANTURA |
Seorang TewasKapal Nelayan Tegal Dibakar di KalimantanTEGAL- Kapal purseseine Dharma Samudra milik nelayan Tegal dibakar sejumlah orang tidak dikenal di perairan Pulau Krayakan, Kalimantan Timur, Minggu (22/1) sekitar pukul 00.00. Akibatnya, para awak kapal yang berjumlah sekitar 35 orang berhamburan dan menyelamatkan diri. Namun, seorang anak buah kapal (ABK) ditemukan tewas bernama Agus Triyono, warga Jl Slamet Tegal. Seorang lainnya terluka tapi belum diketahui identitasnya. Menurut Sekretaris Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Kota Tegal, M Taufik, pembakaran tersebut diduga dilakukan sekelompok nelayan dari Kota Baru, Kalimantan Timur. Saat itu ketika kapal yang dinahkodai Daryono tersebut sedang bersandar untuk memperbaiki mesin, tiba-tiba datang lima kapal kecil tanpa menyalakan lampu. Para penumpang kapal kecil tersebut kemudian mengelilingi dan selanjutnya melemparkan bom molotov milik nelayan Tegal. Sejumlah awak kapal yang sedang tertidur segera berhamburan untuk menyelamatkan diri. Sementara, para pelaku melarikan diri. Menurut Taufik, hingga saat ini pihaknya masih berkoordinasi dengan DPD HNSI Jateng dan HNSI Kalimantan Timur untuk mengetahui kejelasan nasib para nelayan. "Kami hingga saat ini baru mendengar ada seorang nelayan tewas dan seorang lainnya luka berat," katanya. Tindakan pembakaran tersebut diduga terkait kecemburuan batas wilayah penangkapan ikan. Peristiwa tersebut juga pernah dialami nelayan dari Juwana, Pati. Karena itu, nelayan Kota Tegal bersepakat untuk melakukan pengusutan hingga tuntas. Pasalnya, mereka telah berlayar sesuai prosedur dan perizinan penangkapan ikan hingga ke wilayah Kalimantan. Selain menuntut pengusutan lebih lanjut, mereka juga mengancam akan melakukan unjuk rasa ke Jakarta. Hal itu untuk meminta kepada pemerintah agar menegakkan peraturan dan pengamanan di laut. Apabila pemerintah tidak merespon, mereka mengancam akan membakar seluruh kapal nelayan yang berasal dari luar Jateng. Sementara itu, wakil pemilik kapal Dharma Samudra, Kusnanto, mengatakan kapal miliknya berlayar dari Tegal sekitar satu bulan lalu. Di tengah perjalanan saat berada di wilayah Bawean, Madura, kapal mengalami kerusakan bagian mesin. Karena ombak di sana terlalu besar kapal itupun ditarik dan dibawa ke Pulau Krayakan Kalimantan. Perbaikan kapal pun dilakukan di sana hingga sekitar 15 hari. Namun, saat kapal sudah mulai bisa diperbaiki dan berencana pulang ke Tegal terjadilah musibah itu. Karena itu, dirinya meminta kepada aparat keamanan untuk menindak tegas para pelaku pembakaran. Hal itu perlu untuk menghindari kasus tersebut kembali terulang bagi para nelayan dari wilayah Jawa. Menurut Kusnanto, kerugian pemilik yang ditimbulkan akibat pembakaran tersebut mencapai sekitar Rp 1 miliar.(H17-19) |