logo SUARA MERDEKA
Line
Senin, 23 Januari 2006 PANTURA
Line

151 Rumah Akan Direlokasi

BREBES- Mengantisipasi bencana tanah longsor susulan, pemerintah kabupaten (Pemkab) Brebes akan merelokasi 151 rumah warga di lima desa daerah bencana.

Kelima desa itu adalah Desa Winduaji, Kecamatan Paguyangan; Desa Legok, Kecamatan Bantarkawung serta Desa Gunung Larang, Indrajaya, dan Citimbang, Kecamatan Salem.

Menurut Kepala Kantor Kesbanglinmas Kabupaten Brebes, Sutriyono SH MM, relokasi dilakukan mengingat kondisi lahan yang lama memprihatinkan dan terancam longsor. Tanahnya retak-retak, bahkan ada yang ambles seperti di Desa Legok, Kecamatan Bantarkawung.

"Di tempat tersebut, 59 rumah warga terancam longsor susulan dan perlu segera direlokasi. Sebab dari hasil survei, di wilayah itu sudah muncul tanah retak kurang lebih 30 cm," katanya.

Hal serupa juga terjadi di Desa Indarjaya, Kecamatan Salem. Di sana terdapat 37 rumah yang perlu direlokasi, karena kondisi tanah sudah retak dan ambles sekitar 24 cm.

Bahkan, di tempat itu juga muncul aliran air yang merembes dari dalam tanah. Kondisi demikian sangat rawan longsor, apabila terjadi hujan lebat.

Menurut dia, rencana relokasi dari pemerintah disambut baik mayoritas warga. Mereka bahkan sudah menyediakan tanah yang bakal digunakan, seperti pemanfaatan tanah bengkok desa yang letaknya aman dari longsor.

"Meskipun demikian, saat ini yang masih harus dipikirkan pemerintah adalah biaya penggantian dan bantuan pembuatan rumah," ujarnya.

Untuk menindaklanjuti persoalan tersebut, pihaknya akan rapat koordinasi dengan intansi terkait. Dengan demikian, proses relokasi dapat segera dilaksanakan.

Selain itu, langkah untuk mengatisipasi terjadinya longsor susulan, beberapa waktu lalu pemkab juga telah mengungsikan 150 jiwa dari 60 kepala keluarga di desa-desa tersebut, ke daerah sekitar yang dinilai aman.

Bantuan

Sementara, bantuan terhadap korban bencana alam di Kabupaten Brebes terus mengalir, baik dari pemerintah provinsi maupun Pemkab. Sebanyak 17 desa dari tujuh kecamatan yang dilanda bencana alam, Sabtu (21/1) lalu kembali menerima bantuan dari Pemkab Brebes Rp 149,7 juta.

Tujuh belas desa itu meliputi lima desa dari Kecamatan Brebes, tiga desa dari Kecamatan Sirampog, Bantarkawung dan Ketanggungan, dua desa dari Kecamatan Salem, serta satu desa dari Kecamatan Larangan dan Paguyangan.

Sebelumnya, daerah-daerah tersebut juga telah mendapat bantuan Pemkab. Seperti tiga desa di Kecamatan Ketanggungan, korban bencana banjir di wilayah tersebut telah menerima 150 paket sembako.

Sutriyono mengatakan, bantuan yang diberikan kepada 17 desa itu bersifat stimulan. Bantuan tersebut digunakan untuk penanganan darurat akibat bencana alam yang terjadi.

"Kami harapkan bantuan ini dapat memberdayakan masyarakat dan menumbuhkan nilai kegotongroyongan, sehingga kondisi daerah bencana segera kembali pulih," ujarnya.

Dia mengemukakan, hingga kini bantuan yang telah terhimpun guna penanganan bencana alam mencapai Rp 389 juta. Jumlah tersebut meliputi Rp 129 juta dari APBD II dan Rp 260 juta berasal dari bantuan pemprov.

Dari nilai itu telah disalurkan Rp 377 juta, yang digunakan untuk perbaikan sarana rusak akibat bencana alam, seperti tanggul jebol, jembatan putus, dan perbaikan rumah. Sisanya digunakan untuk pengadaaan bantuan sembako.(H17-52s)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana | Ragam
Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA