| Senin, 23 Januari 2006 | PANTURA |
Korban Terancam Kurang PanganPEMALANG- Warga korban bencana tanah longsor di Desa Bodas, kecamatan Watukumpul, Pemalang, terancam kurang pangan. Mereka berharap bantuan sembako untuk memenuhi kehidupan sehari-sehari selama masa renovasi dan relokasi. Kondisi di desa ujung selatan Kabupaten Pemalang memprihatinkan, karena areal persawahan seluas 80 ha dengan tanaman padi siap panen rusak total tertutup timbunan tanah. Enam rumah yang tertimbun juga tak dapat diselamatkan bersama isinya. Sementara, 50 rumah penduduk lainnya terancam longsor susulan. Bantuan pangan sudah datang dari Pemkab 550 kg dan uang Rp 3,8 juta. Bantuan tersebut untuk mengatasi situasi tanggap darurat. Bantuan dari pihak lain datang dari DPD KNPI Pemalang, berupa beras dan minuman mineral Sabtu (21/1) lalu. Ketua DPD KNPI Pemalang H Yanuar Saswita SIP menyatakan melihat situasi di Desa Bodas memprihatinkan. "Padahal, proses penanganan musibah, baik renovasi maupun relokasi memakan waktu berbulan-bulan. Maka, mereka sangat membutuhkan bantuan sembako," katanya. Sementara, Kepala Kantor Kesbang Linmas Drs Budhi Rahardjo menuturkan, ada lima desa di Kecamatan Watukumpul yang tertimpa bencana alam pada 16 dan 17 Januari lalu. Akibat bencana itu, kerusakan yang cukup berat pada sarana transportasi, seperti jalan dan jembatan serta rumah penduduk. Dia menyebutkan, kerugian materi di Desa Bodas mencapai Rp 221.500.000. Sementara di Desa Gapura, Pagelaran, Tundagan, dan Telagasana, semuanya Kecamatan Watukumpul, kerugian yang diderita juga tidak kecil. Ditaksir untuk setiap desa Rp 40 juta.(sf-52s) |