logo SUARA MERDEKA
Line
Senin, 23 Januari 2006 MURIA
Line

Ajaran ''Nyleneh'' Tak Akan Laku

KUDUS - Ajaran dan aliran yang ''nyleneh'' atau menyimpang dari agama di Kabupaten Kudus tidak akan dapat bertahan lama karena tak bakal laku. Hal itu bisa terjadi lantaran pengaruh sesepuh dan kiai di Kota Kretek itu masih kuat dalam kehidupan beragama masyarakat.

Demikian dikemukakan Kepala Seksi Pendidikan Agama Islam kepada Masyarakat dan Pemberdayaan Masjid Kantor Departemen Agama Kudus Drs Akmad Mundakir MSi kepada Suara Merdeka, beberapa waktu lalu, di ruang kerjanya.

Menurut dia, karisma seorang pemimpin agama masih melekat di masyarakat. ''Jadi secara global, kondisi Kudus sudah kondusif. Kalaupun ada ajaran agama yang menyimpang, dengan sendirinya masyarakat akan menolak, mengingat tingkat keberagamaan masyarakat di Kudus cukup tinggi sehingga tidak mudah dimasuki ajaran atau aliran yang menyimpang,'' jelasnya.

Dia mengemukakan, instansinya selama ini hanya mempunyai kewenangan dalam memberikan bimbingan agama. Jika kemudian di masyarakat ditemui ajaran yang tidak sesuai, aparatlah yang akan menindaknya.

''Ini jika aktivitas para penganut aliran tersebut telah sampai pada taraf mengganggu ketertiban umum. Mereka akan ditindak oleh aparat berwenang. Kantor kami hanya memberikan imbauan menyangkut moral. Selanjutnya kami meminta pemuka agama untuk dapat mengawal umatnya,'' ujarnya.

Lebih lanjut dia menyebutkan, di Kudus terdapat sekitar 400 orang kiai, baik yang mempunyai pondok pesantren maupun yang tidak.

Selain kiai, imbuh dia, organisasi keagamaan juga mempunyai peranan dalam menjaga kehidupan beragama masyarakat. (tik-54n)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana | Ragam
Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA