logo SUARA MERDEKA
Line
Senin, 23 Januari 2006 MURIA
Line

Usulan Desa Harus Dikaji Serius

JEPARA- Usulan program pembangunan desa yang diusung dalam proses musyawarah rencana pembangunan desa (musrenbangdes) selama Januari ini, diminta dikaji secara serius oleh Pemkab.

''Keseriusan masyarakat desa dalam mencetuskan rencana pembangunan untuk tahun APBD 2007 sangat terlihat. Ini akan menjadi titik awal proses pembangunan yang positif, jika direspons secara baik oleh Pemkab,'' kata Choirul Anam, koordinator pendamping musrenbangdes untuk 18 desa di wilayah Kecamatan Kedung, Jumat (20/1).

Di wilayah kecamatan tersebut, hingga kemarin sudah ada sembilan desa yang menyelenggarakan musrenbangdes. Dalam pelaksanaan, mereka mengusulkan program-program mendesak yang mesti ditindaklanjuti. Dari sembilan desa itu, empat desa merupakan wilayah pantai dan sebagian besar dihuni penduduk yang bekerja sebagai nelayan. Empat desa itu adalah Tedunan, Kalianyar, Surodadi, dan Bulakbaru.

''Langkah nyata Pemkab untuk membantu mengangkat ekonomi nelayan setelah terpuruk dalam beberapa bulan terakhir, menjadi usulan utama di desa-desa tersebut,'' ucapnya.

Dia mencontohkan keluhan yang disampaikan Sakdi, warga Desa Tedunan, yang berpartisipasi aktif dalam musrenbangdes. Sakdi adalah nelayan tradisional yang sudah beberapa bulan ini lebih sering tak berangkat melaut. Setelah terkena dampak bahan bakar minyak (BBM), kini Sakdi dihadapkan pada tantangan alam, yaitu musim barat yang tak memungkinkannya berangkat melaut.

Sementara, istri Sakdi adalah seorang penjual ikan asin yang kini terkena dampak isu formalin, hingga roda dagangannya berhenti. ''Mereka menghendaki program pembangkitan ekonomi nelayan yang bisa dijadikan alternatif,'' ucapnya.

Di beberapa desa lain yang masyarakatnya petani, menghendaki adanya pembangunan infrastruktur yang bisa mencegah meluasnya interusi (merembesnya air laut ke daratan-Red) di ratusan hektare sawah.

BendunganTak Berfungsi

Sementara itu, Hartono, koordinator pendamping musrenbangdes untuk 20 desa di wilayah Kecamatan Keling memaparkan, banyak infrastruktur yang kurang, rusak atau tak berfungsi, semestinya diperbaiki atau difungsikan.

Dia mencontohkan, di Desa Sumber Rejo terdapat bendungan yang tak berfungsi sejak dibangun pada 1980. Bendungan dengan luas sekitar 7.500 m2 itu mestinya bisa dimanfaatkan sebagai sarana pengairan di bidang pertanian.

''Peningkatan ekonomi rakyat dari potensi-potensi ekonomi desa yang ada juga menjadi usulan utama. Dalam proses pembahasan usulan program itu, warga sangat berharap usulan benar-benar bisa direalisasi dalam wujud nyata,'' imbuh dia, yang menginformasikan musrenbangdes di 20 desa di Keling sudah selesai. (H15-17s)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana | Ragam
Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA