| Senin, 23 Januari 2006 | MURIA |
Tiga ABK Sumber Harapan Hilang
REMBANG - Nasib tiga anak buah kapal (ABK) Sumber Harapan hingga kemarin masih belum diketahui, setelah kapal tambang yang mereka tumpangi diterjang ombak di perairan Pelabuhan Pantai TPI Tasikagung, Minggu (22/1) siang. Tiga ABK yang hilang itu adalah Samin (29), Toroh (27), dan Parlan (35). Ketiganya warga Desa Bogorejo, Kecamatan Sulang, Rembang. Sementara itu dua ABK lainnya, yaitu Wawan dan Karyadi (warga Desa Jaken, Pati), hingga kemarin masih menjalani perawatan intensif di Ruang ICU RSUD Rembang. Seorang korban selamat, Agus Prasetyo (29) menuturkan, kejadian tersebut berawal dari perjalanan pulang KM Sumber Harapan pada Sabtu (21/1), setelah berlayar mencari ikan dari Juwana, 17 November 2005. Kapal diparkir di lepas pantai Pelabuhan TPI Tasikagung untuk membongkar ikan hasil tangkapan. Seusai membongkar muatan, Minggu, 19 ABK beserta lima orang kru kapal itu akan kembali ke darat dengan menumpang kapal tambang milik Sadar, nelayan Tasikagung. Sekitar 150 meter arah tenggara jety pelabuhan tiba-tiba datang ombak besar setinggi satu meter yang menerpa kapal itu sehingga mengakibatkan kapal terbalik. ''Semua yang menumpang kapal itu tercebur ke laut,'' kata Agus singkat. Kejadian singkat itu disaksikan Suparno (35) dan tiga kawannya yang sedang mencari ikan dengan kapal gardan SS. Bergegas, warga RT 5 RW II Desa Tasikagung, Rembang, itu menuju lokasi tenggelamnya kapal yang ditumpangi oleh ABK KM Sumber Harapan. ''Setelah sampai di lokasi kejadian, saya lemparkan tali. Saya tidak sempat menghitung jumlah orang yang berhasil naik ke kapal saya. Setelah sampai di pos, baru kami menghitung ABK Sumber Harapan yang ada. Jumlahnya hanya 16 orang. Jadi, masih kurang tiga orang,'' kata Suparno. Susuri Pantai Setelah yakin tiga ABK dinyatakan hilang, petugas dari Pos Potmar Rembang, Marinir, Polair Rembang, dan Dishub Rembang bersama masyarakat setempat pun mencari korban. Namun karena terkendala ombak yang sangat besar, di samping tidak ada peralatan yang memadai, petugas akhirnya hanya bisa menyusuri pantai hingga Desa Pasar Banggi, Rembang. Saat menyusuri pantai tersebut, mereka menemukan kapal yang ditumpangi ABK Sumber Harapan itu di sekitar Taman Rekreasi Pantai (TRP) Kartini. ''Saat ini kami tidak bisa melakukan pencarian dan penyelamatan karena tidak memiliki perahu karet. Kami tidak bisa memaksakan diri melakukan pencarian dengan perahu cukrik atau perahu milik Satpolair karena ombak terlalu besar. Bisa-bisa kapal kami yang pecah diterjang ombak,'' kata Komandan Satpolair AKP Tri Kartono. Sementara itu, hingga kemarin, baru keluarga korban Samin yang datang ke lokasi kejadian. Hartono, kakak korban, menyatakan bahwa keluarganya sangat berharap Samin bisa ditemukan dalam kondisi selamat. (moe-50n) |