| Senin, 23 Januari 2006 | SEMARANG |
KampusianaPengembangan Linux ProspektifSEMARANG- Adanya Surat Keputusan (SK) empat menteri tentang upaya-upaya pengembangan open source atau software gratis beberapa waktu lalu, membuat semakin banyak masyarakat yang mampu memakai, membuat, dan mengembangkan open source itu, terutama Linux. Meski di Indonesia program Linux baru mulai dikembangkan, hasilnya sangat menakjubkan. Terbukti, semakin banyaknya masyarakat pengguna program tersebut di negeri ini, baik untuk kepentingan pribadi, perkantoran maupun komersial. Direktur Linux Learning Center (LLC) Ir Yudho Pedyanto mengungkapkan hal itu, di hadapan peserta seminar sehari ''Menguak Trouble Shooting pada Linux'', yang diselenggarakan Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Polytechnic Computer Club (PCC) Politeknik Negeri Semarang (Polines) di Auditorium Kampus Tembalang, Sabtu (21/1). Seminar yang dimoderatori dosen Polines Ir Ari Santoso tersebut mendapat perhatian sangat luar biasa dari para pemakai ataupun pemerhati software alternatif tersebut. "Dibandingkan dengan lima tahun lalu, perkembangan open source di Indonesia yaitu Linux sangat pesat. Terlebih dengan makin gencarnya operasi atau sweeping yang dilaksanakan Microsoft di berbagai kota terhadap software bajakan, menjadikan orang beramai-ramai mempelajari Linux yang notabene gratis," ujar Yudho. Menurutnya, masyarakat Indonesia sejak awal belajar komputer menggunakan Microsoft, yang hampir semua ilegal, baik untuk komputer rumah, kantor maupun untuk kepentingan komersial. Mereka sejak dulu dimanjakan dengan berbagai program Windows-nya Microsoft, sehingga saat pabrik itu melancarkan sweeping di Indonesia yang dimulai dari warnet-warnet, para pengguna software secara ilegal, khususnya warnet tersebut menjadi kelabakan. Bahkan, ada yang harus membayar denda mahal. (H7-44s) Program Dua Gelar di Unaki SEMARANG- Selama ini untuk mendapatkan dua gelar akademik, mahasiswa harus kuliah di perguruan tinggi yang berbeda. Namun, Universitas AKI (Unaki) justru memberikan kesempatan kepada calon mahasiswa baru untuk menempuh perkuliahan sekaligus di dua jurusan yang berbeda lewat program dual degree. Dalam program ini calon mahasiswa bisa mengikuti kuliah di dua jurusan dengan waktu kelulusan yang sama dan biaya relatif murah. ''Begitu lulus, mahasiswa bersangkutan bisa meraih dua gelar sekaligus,'' kata Chief Marketing Officer, Emmy Trimiati SPd MM di kampus Jl Pemuda, belum lama ini. Semua fakultas dengan jurusan yang ada di Unaki bisa ditempuh lewat program dual degree. Fakultas itu meliputi Ilmu Komputer, Bahasa dan Sastra Inggris, Ekonomi, Kesehatan Masyarakat, serta Psikologi. Penerimaan program itu bisa lewat jalur reguler ataupun transfer. ''Dengan fasilitas perkuliahan yang nyaman dan lengkap, baik laboratorium, perpustakaan, olahraga, internet maupun layanan akademik melalui SMS, akan memudahkan mahasiswa untuk mengakses semua kegiatan perkuliahan,'' tambahnya. (H7-44s) |