logo SUARA MERDEKA
Line
Senin, 23 Januari 2006 SEMARANG
Line

Gurah Vagina Bisa Akibatkan Mandul

SEMARANG - Banyak wanita yang menganggap gurah vagina sebagai tindakan yang dapat menjadikan organ vital yang dimilikinya itu menjadi lebih sehat.

Dengan mengacu terhadap anggapan itu, kadang upaya tersebut dilakukan terlalu berlebihan. Mereka tak menyadari bahwa tindakannya dapat mengakibatkan infertilisasi atau kemandulan.

Hal itu disampaikan dokter praktik di RS Telogorejo, dokter Fajar Siswanto SpOG-K (FER), dalam seminar "Pemahaman Penyakit Endometrosis", Sabtu (22/1), di aula RS tersebut. Pembicara lainnya, Kepala Laboratorium RS Telogorejo, Maya Sulilowati AMd.

Secara alami, kata Fajar, kondisi vagina adalah sedikit asam. Keasaman yang dimiliki itu dapat membunuh kuman-kuman yang berbahaya. "Beberapa kuman dan jamur tidak tahan dalam kondisi asam," kata dia.

Jika gurah vagina dilakukan secara berlebihan dalam artian terlalu sering, kata dokter spesialis kandungan itu, dapat mengakibatkan hilangnya keasaman tersebut.

Dalam kondisi itu kuman dan jamur, yang hanya mati dalam kondisi asam, akan mudah untuk berkembang biak. Jika dibiarkan, hal itu dapat mengakibatkan infeksi vagina.

"Infeksi dapat menjalar hingga ke dalam rahim. Kalau hal itu dibiarkan dapat mengakibatkan infertilisasi atau kemandulan," ungkapnya.

Sebenarnya, tanpa gurah pun, kata dia, para wanita tetap dapat memilki organ vital yang sehat. Cara membersihkan menjadi penentu sehat atau tidaknya vagina yang dimiliki. Tetapi, banyak wanita yang belum mengerti bagaimana cara membersihkan yang benar.

"Seharusnya saat membersihkan diarahkan dari depan ke belakang. Jika dilakukan sebaliknya, kotoran dari dubur bisa masuk ke vagina," paparnya.

Kemandulan yang dialami para wanita, jelas dia, tidak mutlak diakibatkan oleh gurah vagina. Endometrosis juga dapat menjadikan seorang wanita tidak bisa memiliki keturunan.

"Endometrosis merupakan penyakit kandungan,yang sifatnya jinak tapi memberikan gangguan yang serius. Penyakit itu menimbulkan nyeri saat haid, senggama, dan buang air besar. Jadi, jangan menganggap remeh nyeri yang dialami saat haid," tegasnya.

Penyebab penyakit itu, menurut dia, belum diketahui secara pasti. Namun, diduga karena lingkungan yang tidak sehat. "Selain itu, biasanya juga menyerang pada usia reproduksi," imbuhnya.

Perlu Kesabaran

Menurut Kepala Laboratorium RS Telogorejo, Maya Sulilowati, sebenarnya masalah infertilisasi dapat ditangani. Namun, sulit dan rumit serta membutuhkan biaya cukup besar.

"Karena rumit itulah, waktu yang dibutuhkan untuk menjalani pemeriksaan tersebut tergolong lama," ujar dia.

Lebih lanjut dia mengatakan, banyak pasangan suami istri tidak sabar, karena lamanya proses pemeriksaan ter-sebut. Akhirnya mereka seringkali berpindah ke dokter lain.

"Padahal, dengan berpindah-pindah dokter, waktu yang dibutuhkan semakin lama. Selain itu, biaya yang dikeluarkan makin membengkak," tuturnya. (lin-44h)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana | Ragam
Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA