logo SUARA MERDEKA
Line
Senin, 23 Januari 2006 KEDU & DIY
Line

Yayasan Bulan Sabit Merah Bantu SD IT Ihsanul Fikri

MAGELANG - Yayasan Bulan Sabit Merah yang berpusat di Uni Emirat Arab membantu pembangunan masjid, perpustakaan, dan gedung koperasi di kompleks SD Islam Terpadu (IT) Ihsanul Fikri Kota Magelang. Penyerahan sekaligus peresmian dilakukan H Utbah Romin Suhaili LC, sekretaris Yayasan Bulan Sabit Merah Perwakilan Indonesia.

Pada saat yang sama juga diresmikan Masjid Al Huda di Kampung Tidar.

Romin Suhaili mengemukakan, yayasan ini rutin memberikan sumbangan kepada pihak-pihak yang memerlukan. Sejak 1993 sudah mendirikan sedikitnya 600 masjid di Indonesia. Selain itu, yayasan juga membangun sumur untuk masyarakat yang memerlukan sarana air bersih di berbagai daerah. ''Setiap tahun kami membangun 40-50 sumur,'' ujarnya, kemarin.

Sebagai lembaga internasional yang diketuai langsung Emir Uni Emirat Arab dan sebagai ketua hariannya menteri luar negeri keemiran itu, lanjutnya, lembaga tersebut bekerja sama dengan PMI mendirikan rumah sakit di Aceh. ''Kami juga mengerjakan proyek pembangunan perumahan di Aceh,'' tuturnya.

Proyek lain yang sedang dibangun adalah perumahan untuk pengungsi dari daerah konflik, lokasinya di Cirebon. ''Bahkan setiap tahun yayasan rutin menghajikan sedikitnya dua warga dari keluarga tidak mampu. Biasanya yang dihajikan adalah guru dan imam masjid.''

Kegiatan sosial lain yang dilaksanakan Yayasan Bulan Sabit Merah, antara lain buka puasa bersama dengan warga kurang mampu, menyumbangkan zakat fitrah, memberikan hewan kurban saat Idul Adha. ''Sedikitnya kami memberikan 24 ekor sapi kepada warga Aceh saat Idul Adha beberapa hari lalu,'' ungkapnya.

Romin menyebutkan, untuk proyek-proyek besar Pemerintah Uni Emirat Arab juga memberikan sumbangan. Pemberian bantuan itu tidak hanya untuk Indonesia tetapi juga negara lain, seperti Bosnia, Afghanistan, Palestina, Thailand, Sri Lanka, Bangladesh, dan Albania.

Wakil Ketua Yayasan Ihsanul Fikri Kota Magelang Drs Kusdiharno mengemukakan, pihaknya telah menerima tiga bidang tanah wakaf yang oleh pemiliknya diminta agar dimanfaatkan untuk kegiatan sosial, ibadah, dan pendidikan.

Dia mengemukakan, tiga bidang tanah yang diwakafkan itu berlokasi di Kampung Dumpoh Tuguran, Kampung Tulung, dan Desa Danurejo, Mertoyudan, Kabupaten Magelang. Tanah di Kampung Dumpoh akan didirikan Pondok Santri sedang tanah di Kampung Tulung sudah didirikan masjid. ''Untuk tanah di Donorejo, Mertoyudan seluas 1.300 m2 bisa ditukarguling dengan tanah di wilayah Kota Magelang,'' ungkapnya. (P60-16j)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana | Ragam
Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA