| Senin, 23 Januari 2006 | KEDU & DIY |
Gelar Seni Lukis Banser Kebumen''Zikir'' Pancarkan Warna ReligiusADA nuansa lain dari pameran lukisan Gelar Seni Rupa Jateng yang diprakarsai Satuan Koordinasi Cabang Barisan Ansor Serbaguna (Banser) Kebumen, 17-22 Januari, di Gedung NU Jalan Kusuma 96. Sekitar 30 pelukis Jateng berpartisipasi dalam ajang tersebut. Kebanyakan mereka pelukis Kebumen dan Gombong yang telah punya nama. Yang menarik, beberapa pelukis berani memamerkan karya dalam pancaran religius di kanvas. Sebut saja lukisan Bambang Pujiono bertitel ''Tegak dalam Zikir''. Lukisan cat minyak ini berukuran 1 x 1 meter sehingga dari jauh sudah mengundang perhatian. Kelebihan lukisan sketsa warna kuning kecokelatan itu mampu memancarkan kekuatan religius justru saat dilihat dari kejauhan. Lukisan Drs Suwardhi Harris ''Amanah'' dan lukisan lain dalam cat minyak berukuran 50 x 50 cm pun menarik. Lukisan kaligrafi tersebut bernuansa agamais dalam huruf Arab, sangat pas dipajang di dinding tempat ibadah, kamar tamu, ataupun ruang pribadi. Lukisan lain adalah karya M Taufik bertitel ''Al Alaq''. Lukisan berukuran 90 x 70 cm dari cat minyak itu goresannya tajam dan pilihan warnanya menarik. Kaligrafi dalam huruf Arab begitu berwibawa saat disandingkan dengan warna hijau muda, khas warna kebanggan warga nahdliyyin. Ada lagi lukisan suasana pesantren pedesaan, yaitu goresan Hardjija ''Budal Ngaji''. Lukisan dalam minyak kanvas berukuran 95 x 95 cm itu menggambarkan beberapa gadis berangkat ke pondok. Gambar itu menarik karena terlihat jelas para wanita muda melewati tembok warna putih, seolah berjalan di depan pondok. Tokoh Kharismatis Ada satu lagi pelukis yang berani menggoreskan karyanya meski ada kesan dibuat serbamendadak. Misalnya karya Musyafik ''Tokoh Kharismatis''. Lukisan kanvas berukuran 80 x 60 cm itu, siapa lagi kalau bukan gambar KH Abdurrahman Wahid alias Gus Dur. Di samping lukisan Gus Dur, Musyafik juga melukis pendiri NU Hadratussyech KH Hasyim As'ari. ''Meski dikerjakan mendadak, dua lukisan tokoh besar NU itu sudah dipesan pengusaha Karanganyar,'' tutur ketua panitia Drs Agus Widodo. Di luar lukisan yang bernuansa agamais tersebut, tentu masih banyak lukisan umum dalam bentuk abstrak ataupun realis yang tak kalah memesona. Sebut saja karya Choirul Sholeh yang menonjolkan panorama alam, padi-padi yang menguning di sawah dan puncak gunung menjulang. Lukisan Jaka S ''Pemandangan'' dalam ukuran 100 x 200 cm dari bahan akrilik juga tak kalah memesona. Gambar bergaya realis itu menonjolkan suasana pedesaan tempo dahulu, anak menggembala kambing sembari memancing di sungai. Di dekatnya ada anak bocah bermain air. Sementara itu di sawah, beberapa petani tengah menanam padi. Karya Sugito Slamet pun tak kalah menarik. Dia memamerkan lukisan ''Berbagi Rokok'', ukuran 90 x 140 cm, bahan cat minyak. Lukisan klasik itu memamerkan dua petani menyulut rokok sembari duduk di tanah tegalan yang kering kerontang saat musim kemarau. Sementara itu, Cak Min seperti biasa banyak memamerkan karya dengan detail perempuan pedesaan. Lukisan ''Nyusuki'' misalnya, menggambarkan empat pedagang pasar saling bertransaksi. Kelebihan karya Cak Min pada detail lukisan yang sangat tajam. Retno Pramubinasih, pelukis perempuan dari Kebumen ini memamerkan karyanya ''Bunga Mawar Merah'' berukuran 50 x 40 cm. Retno alias Neno pun mengikutkan karyanya bertitel ''Tekun'', saat seorang perempuan desa menganyam tikar dari daun pandan atau klasa yang kini sudah jarang ditemui di desa-desa sekalipun. Ansori yang dikenal sebagai perupa mozaik memamerkan karyanya ''Panglima Sudirman'', lukisan berukuran 70 x 45 cm ini adalah sosok Panglima Besar Jenderal Soedirman mengenakan pakaian khas, blangkon, baju beskap, serta keris menonjol di sisi perutnya. Pameran lukis itu dibuka Kepala Satuan Koordinasi Nasional Banser H Tatang Hidayat pada Rabu (17/1). Menurut keterangan Agus Widodo, tujuannya untuk syiar Islam sekaligus menepis anggapan bahwa Banser selalu berwajah angker. ''Kami ingin mengubah paradigma Banser itu juga berjiwa sosial dan peduli pada karya seni,'' ujar Wakil Komandan Satuan Koordinasi Cabang Banser Kebumen itu. Agus puas atas respons dari para pelukis dan pengunjung pameran. Dia berharap, pada masa mendatang Banser bisa menggelar pameran lukisan lagi untuk menggugah kreasi para budayawan dan masyarakat. (Komper Wardopo-16j) |