logo SUARA MERDEKA
Line
Senin, 23 Januari 2006 KEDU & DIY
Line

''Pelajar Jangan Kehilangan Jati Diri''

TEMANGGUNG - Para pelajar di Kabupaten Temanggung boleh melakukan perubahan asal tidak kehilangan jati diri. Sebab, apabila perubahan tersebut sampai mencerabut akar jati diri, masa depan Temanggung kelak tidak akan menjadi lebih baik.

''Isilah aktivitas kalian dengan kegiatan-kegiatan yang menjunjung jati diri, jangan sampai terbawa arus negatif globalisasi,'' pesan Wakil Bupati (Wabup) M Irfan kepada para pelajar yang mengikuti Festival Pelajar Temanggung 2006 yang diselengarakan Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) dan Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU) Cabang Temanggung di Pendapa Pengayoman, Sabtu (21/1).

Menurut keterangannya, dengan adanya globalisasi dan kemajuan teknologi segala informasi dari mana pun asalnya sangat mudah diakses para pelajar. Dia menuturkan, melalui media cetak, televisi, dan internet, para pelajar dapat mengetahui perkembangan dan gaya hidup di negara Barat.

''Termasuk gaya hidup di negara-negara sekuler yang mencerminkan adanya dekadensi moral,'' ungkap Wabup.

Karena itu, lanjut dia, para pelajar harus berhati-hati, jangan sampai terbawa arus dan mengikuti hal-hal yang tidak sesuai dengan jati diri. Di samping itu, kepada para pelajar diminta pula agar selalu menjaga kedisiplinan baik untuk kehidupan pribadi maupun dalam aktivitas berorganisasi.

Sebab, tanpa kedisiplinan tidak mungkin suatu organisasi akan dapat mewarnai lingkungannya. Demikian pula mustahil akan dapat lahir pemimpin-pemimpin masa depan yang mumpuni bagi masyarakatnya, jika tidak dibarengi semangat kedisiplinan.

Pada kesempatan tersebut, Wabup berharap, agar festival pelajar itu dapat dijadikan sebagai ajang berprestasi sekaligus evaluasi terhadap kemampuan para pelajar di Temanggung. Dengan demikian, untuk festival yang sama di kancah regional dan nasional, Temanggung dapat meraih prestasi yang membanggakan.

Sementara itu, ketua panitia Ari Budiawan menyebutkan, festival yang memperebutkan trofi Wabup itu diikuti 23 grup dan 86 pelajar setingkat SMA dan SMP di Temanggung.

Jenis-jenis lomba yang diikuti adalah pidato bahasa Inggris, karya ilmiah remaja, lomba kaligrafi dan poster, baca puisi, festival rebana serta band.

Kegiatan itu, sambungnya, bertema ''Dan Saatnya Pelajar Membawa Perubahan bagi Temanggung''. Tujuannya, di samping untuk menjalin kesatuan antarpelajar di kabupaten itu juga untuk merangsang pelajar dalam berkreasi dan berinovasi. (hsf-16j)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana | Ragam
Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA