| Senin, 23 Januari 2006 | KEDU & DIY |
Penyertifikatan Gratis Diundur sampai AprilPURWOREJO - Pelaksanaan penyertifikatan tanah secara cuma-cuma yang dibiayai Bank Dunia diundur sampai April mendatang. Semula menurut rencana, Land Management and Policy Development Program (LMPDP) itu hanya berlangsung September-Desember 2005. Penambahan waktu itu, menurut keterangan Sekretaris Pelaksana Program Drs Djoko Triono, karena targetnya belum terpenuhi. Dia menyebutkan, LMPDP di Purworejo dengan target menyertifikatkan 15.000 bidang tanah secara cuma-cuma. Namun karena waktu pelaksanaannya sangat singkat (September-Desember), target 15.000 tidak tercapai. Menurut catatan dia, sampai saat ini hanya terdaftar 11.962 bidang tanah yang akan disertifikatkan melalui proyek tersebut. Melalui perpanjangan waktu sampai April, diharapkan target 15.000 dapat tercapai. ''Bukan karena apa-apa. Penambahan waktu itu agar targetnya tercapai,'' ujar Djoko Triono, kemarin. Sejalan dengan penambahan waktu empat bulan, dia mengakui, penyerahan sertifikat yang sudah jadi ikut ditunda. Semula dijadwalkan penyerahan sertifikat akan dilakukan pada Desember 2005. ''Rencana penyerahan secara simbolis akan dilakukan Kakanwil Badan Pertanahan Nasional (BPN) Jawa Tengah dalam waktu dekat ini. Tinggal menunggu waktu yang tepat,'' tuturnya. Ketika ditanya adanya keluhan tentang biaya penyertifikatan yang mahal melalui LMPDP sehingga berbuntut adanya laporan ke Kejari Purworejo, Djoko Triono menyatakan tidak banyak tahu soal itu. Sebab, ujar dia, BPN tidak memungut biaya dalam penyertifikatan tanah melalui LMPDP itu. Syarat yang diminta BPN, lanjutnya, hanya meterai Rp 6.000 dan fotokopi KTP. Lebih lanjut dia mengungkapkan, sasaran proyek dengan biaya Bank Dunia Rp 1,65 miliar itu adalah daerah yang tanahnya belum banyak disertifikat dan sudah ada pemetaan. Berkenaan dengan itu, hanya 33 desa di tiga kecamatan yang diikutkan dalam program tersebut pada tahun ini. Di Kecamatan Bagelen, sasarannya lima desa yang terdiri atas Krendetan, Bagelen, Bugel, Bapangsari, dan Dadirejo. Di Kecamatan Purwodadi meliputi Desa Guyangan, Bubutan, Kebonsari, Sidoharjo, Banjarsari, Karangsari, Watukuro, Keponggok, Jogoresan, Jogoboyo, Karanganyar, Gedangan, Jatimalang, Jatikontal, Geparang, Gesing, Nampurejo, Nampu, Kentengrejo, dan Tegalaren. Sementara itu, di Kecamatan Ngombol adalah Desa Ngentak, Wero, Girirejo, Pagak, Depokrejo, Malang, Wonosari, serta Pejagran. ''Animo masyarakat sebenarnya tinggi. Namun karena waktunya pendek, jadi targetnya belum bisa terpenuhi dalam empat bulan,'' tuturnya. (yon-16j) |