logo SUARA MERDEKA
Line
Senin, 23 Januari 2006 EKONOMI
Line

Produksi Tembakau Jateng Turun

SOLO-Areal tanaman tembakau di Jateng pada tahun 2006 ini diperkirakan turun 30% dari tahun sebelumnya. Penurunan areal tanaman otomatis akan menurunkan jumlah produksi.

Tahun lalu arealnya mencapai 40.000 hektare, sedangkan tahun ini diperkirakan sekitar 31.000 ha. Penyusutan areal tanaman tembakau itu, menurut Direktur ''3CVirtual'' Solo Ir Ismet Ali MM MBA, karena banyak petani pesimistis, sebab harga tembakau menurun terus.

''Sebenarnya harga dari pabrik rokok relatif lebih tinggi, tetapi harga penjualan petani murah. Petani selalu dipermainkan pedagang,'' kata dia, kemarin, sehubungan dengan rencana penyelenggaraan seminar kemitraan petani tembakau di Solo, Selasa besok.

Dia mengatakan, pedagang sering mempermainkan grade. Kualitas tembakau yang sebenarnya cukup baik, dikatakan jelek. Dengan demikian, harga menjadi rendah. Dengan penyusutan areal tanaman, maka produksi tembakau Jateng yang tersebar di Demak, Temanggung, Kendal, dan Grobogan tahun ini diperkirakan menurun 28,3% dari 30.000 ton pada tahun 2005 menjadi 21.500 ton.

Harga tembakau saat ini antara Rp 7.000 dan Rp 25.000 per kg. Dengan harga sebesar itu petani rugi. ''Biaya produksi tinggi, namun harga jual tembakau murah,'' katanya.

Menurut dia, campur tangan pemerintah terhadap petani tembakau sampai saat ini hanya sampai pada membuat peraturan adanya subsidi harga pupuk dan penetapan wilayah tanaman. (bt-59t)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana | Ragam
Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA