| Senin, 23 Januari 2006 | EKONOMI |
Permintaan Kredit Akan Naik Triwulan IJAKARTA- Permintaan kredit perbankan pada triwulan I tahun 2006 diperkirakan akan meningkat lagi.Pada triwulan IV tahun 2005 kredit turun dari permintaan pada triwulan III tahun 2005 sebesar 64,6 persen menjadi 0,5 persen pada triwulan IV 2005. Hasil Survei Kredit Perbankan Bank Indonesia (BI) yang diperoleh di Jakarta, Minggu (22/1), memperkirakan bahwa permintaan kredit perbankan akan meningkat menjadi 33,1 persen dari peningkatan permintaan pada triwulan IV 2005 yang hanya 0,5 persen. Penurunan permintaan kredit perbankan oleh masyarakat terjadi pada semua kelompok bank, kecuali kelompok bank menengah yang meningkat 11,8 persen. BI melakukan survei kredit perbankan dengan menghimpun dan mengolah data dari bank-bank umum yang berkantor pusat di Jakarta. Dari total permintaan kredit itu, permintaan kredit baru selama triwulan IV 2005 turun sangat signifikan dari posisi peningkatan 64,8 persen pada triwulan III 2005 menjadi -9,3 persen pada triwulan IV 2005. Tingginya tingkat suku bunga kredit menjadi faktor utama penyebab turunnya permintaan kredit baru. Penurunan kredit terjadi pada semua kelompok bank dengan penurunan terbesar pada kelompok bank menengah sebesar -16,2 persen. Kebutuhan Nasabah Namun BI memperkirakan pada triwulan I 2006, permintaan kredit baru akan meningkat 33,1 persen dibandingkan dengan triwulan IV 2005 yang mencapai -9,3 persen. Peningkatan itu didorong oleh meningkatnya kebutuhan nasabah untuk pembiayaan dan kondisi ekonomi yang diperkirakan akan lebih baik. Sementara itu, permintaan tambahan atas fasilitas kredit yang sudah ada pada triwulan IV 2005 juga menunjukkan penurunan dibandingkan dengan triwulan III 2005. Permintaan tambahan atas fasilitas kredit yang sudah ada pada triwulan III 2005 mencapai 37,5 persen, sementara pada triwulan IV 2005 mencapai -2,1 persen. Tingginya tingkat suku bunga diperkirakan menjadi faktor utama penyebab turunnya permintaan tambahan atas fasilitas kredit. Namun BI memperkirakan permintaan tambahan atas fasilitas kredit yang sudah ada pada triwulan I 2006 akan meningkat sebesar 43,1 persen dibandingkan dengan pada triwulan IV 2005 yang mencapai -2,1 persen. Persetujuan pemberian kredit pada triwulan IV 2005 juga turun dari 47,5 persen menjadi hanya 11,3 persen. Penurunan itu diperkirakan karena tingginya risiko usaha nasabah dan kondisi ekonomi yang belum memadai. BI memperkirakan pada triwulan I 2006 persetujuan kredit akan meningkat dari 11,3 persen menjadi 46,0 persen. Peningkatan itu didorong oleh rasio kecukupan modal bank yang meningkat, prospek usaha nasabah yang membaik, dan kondisi ekonomi yang juga membaik. (ant-59t) |