logo SUARA MERDEKA
Line
Senin, 23 Januari 2006 BANYUMAS
Line

Mahal, Beras Murah APB Kurang Diminati Pembeli

PURWOKERTO - Penjualan beras murah, yang digelar Asosiasi Perberasan Banyumas (APB), kurang diminati masyarakat, karena harganya dinilai terlalu tinggi. APB menjual seharga Rp 3.725/kg. Kegiatan tersebut dimulai Rabu 18 Januari lalu di Desa Pekunden dan Kejawar, Kecamatan Banyumas.

Ny Siti (50), salah seorang warga Desa Pekunden, ketika mendatangi tempat penjualan menawar seharga Rp 3.600/kg.

''Kalau bisa harganya tidak Rp 3.725/kg. Jika mau menolong, semestinya paling tinggi harganya Rp 3.600/kg. Harga beras serupa di pasar sekitar Rp 3.800/kg,'' ungkapnya.

Ketua Umum APB, Agus Purwanto, yang dihubungi kemarin, mengakui, respons masyarakat kurang terhadap penjualan beras murah oleh organisasinya.

''Pada hari pertama di Desa Pekunden, kami membawa 12 ton beras kualitas medium jenis IR 64 dan yang dibeli warga masyarakat hanya sekitar dua ton. Hari berikutnya, baik di Pekunden maupun Kejawar, beras enam ton yang kami bawa tidak habis,'' paparnya.

Dia menyebutkan, kegiatan tersebut dilaksanakan karena ada permintaan dari Camat ke Bulog Subdivre IV Banyumas untuk melakukan operasi pasar (OP).

Bulog tak bisa melakukan OP, sehingga permintaan tersebut dialihkan ke APB melalui penjualan beras dengan harga terjangkau atau beras murah.

Selain Kecamatan Banyumas, kata Agus, daerah lain yang meminta kegiatan serupa adalah Kecamatan Baturraden dan Sumpiuh.

Kecamatan Banyumas, lanjut dia, butuh 24 ton beras untuk Desa Pekunden dan Kejawar, sedangkan Baturraden membutuhkan empat ton untuk Desa Kutasari dan Rempoah, dan Kecamatan Sumpiuh perlu 14 ton untuk Desa Nusadadi dan Selandaka.

Tiga Kecamatan

Kepala Bagian Perekonomian Pemkab Banyumas, Rofiq Widadi, mengatakan, tiga kecamatan itu mengajukan permintaan beras murah.

Awalnya ada 11 kecamatan yang mengajukan. Namun, setelah OP tak diperbolehkan, hanya tiga kecamatan yang tetap meminta agar di wilayahnya ada penjualan beras murah.

''APB sebagai pelaksana kegiatan tersebut, sesuai dengan jadwal penjualan oleh APB, sudah berjalan,'' jelasnya.

Agus menambahkan, meski respons kurang, pihaknya tetap akan memenuhi permintaan tersebut. Organisasinya akan datang ke desa yang menjadi titik distribusi.

Pihaknya menyiapkan dua truk, masing-masing membawa enam ton beras di setiap titik. Masih ada dua kecamatan yang akan menjadi titik distribusi, Sumpiuh dan Baturraden. (G23-27h)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana | Ragam
Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA