logo SUARA MERDEKA
Line
Rabu, 18 Januari 2006 SALA
Line

Keraton Beberkan Pembangunan Pasar Cendera Mata

KARANGASEM - Keraton Kasunanan Surakarta membeberkan rencana pembangunan los baru di Pasar Cendera Mata dalam rapat dengar pendapat dengan Komisi III DPRD, kemarin. Dalam kesempatan itu hadir pula Plt Kepala Dinas Pengelolaan Pasar Pemkot Satriyo Teguh.

Pembangunan los baru di Pasar Cendera Mata, menurut Wakil Pengageng Museum dan Pariwisata Keraton Kasunanan Surakarta KP Satriyo Hadinagoro, dinilai sangat mendesak.

Los yang diperkirakan sejumlah 140 itu dimaksudkan untuk menampung PKL yang tersebar mulai dari gapura Gladag hingga Alun-alun Lor bagian utara yang mulai overload.

Pasalnya, selain mengganggu keindahan Kota Solo, khususnya kompleks keraton, pedagang kaki lima itu juga menghambat masyarakat yang akan berbelanja ke Pasar Klewer.

Dia berharap, rencana pembangunan los baru itu nantinya tidak menimbulkan polemik ataupun gejolak di masyarakat.

"Pihak Keraton sudah merelakan situs budayanya, yaitu pekapalan, untuk dibangun pasar bagi masyarakat. Jadi kami berharap semua berjalan dengan baik," kata dia.

Koordinator tim teknis revitalisasi Keraton Surakarta, KP Eddy Wirabhumi membeberkan, meski lokasi Pasar Cendera Mata sepenuhnya otoritas keraton, namun pihaknya akan melibatkan Dinas Pengelola Pasar, Dinas Pekerjaan Umum, Bappeda, dan para pedagang dalam membangun los pasar. Bila perlu pihaknya akan melakukan konsultasi dengan Balai Pelestarian Peninggalan Purbakala (BP3).

Dioptimalkan

Dijelaskan, pembangunan los akan dilakukan di lahan yang sama sekali kosong dan tidak terpakai. Menurutnya, pembangunan los baru itu tidak akan memanfaatkan lahan parkir. "Justru kami meminta lahan parkir itu untuk dioptimalkan agar tidak ada kendaraan yang parkir di luar," kata dia.

Wirabhumi mengakui, banyak sekali los dan kios yang kosong di Pasar Cendera Mata. Kekosongan itu diakibatkan oleh banyaknya pemilik kios dan los lama yang keluar lagi dan berjualan di luar pasar dengan sistem PKL. Bahkan di antara mereka nekat berjualan dan bertransaksi di atas mobil.

"Pemkot dalam hal ini Dinas Pasar dan Subdin Perparkiran Dinas LLAJ juga harus melakukan penertiban bagi pedagang yang melakukan transaksi jual beli di lahan parkir di Pasar Cendera Mata, agar kembali menempati los dan kios pasar miliknya. Sebab jika masih ada transaksi di atas mobil, percuma los baru dibangun," papar dia.

Plt Kepala Dinas Pengelola Pasar, Satriyo Teguh mengemukakan, pembangunan los baru Pasar Cendera Mata merupakan otoritas keraton. Sebab menempati lahan yang digunakan adalah situs budaya. Dia berharap, pembangunan los baru itu mampu mengurai masalah PKL di seputar Masjid Agung dan Alun-alun Lor. "Peran kami hanya memfasilitasi saja," ujar dia.

Sementara itu, Ketua Himpunan Pedagang Taman Parkir Pasar Klewer (HPTPPK), Sholahudin mengatakan, para pedagang sejak awal tidak pernah dilibatkan dalam rencana pembangunan los baru pasar. Menurut dia, mestinya dalam membangun kios atau los baru itu baik pihak keraton maupun investor tidak sewenang-wenang dan bersedia mendengarkan aspirasi para pedagang.

"Saya melihat rencana pembangunan itu tidak beres. Pembangunan itu hanya akan dinikmati oleh investor dan akan merugikan pedagang, terutama pedagang lama." (G8-16v)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA