| Rabu, 18 Januari 2006 | SALA |
Dipertanyakan, Rencana Pembangunan NusukanNUSUKAN - Para pedagang di Pasar Nusukan Solo mempertanyakan tentang kelanjutan rencana pembangunan pasar tersebut. Pasalnya, meski sempat direncanakan akan dibangun pada Januari ini, namun hingga pertengahan bulan sekarang rencana tersebut ternyata masih belum juga kunjung direalisasikan. Ketua Paguyuban Pedagang Pasar Nusukan (PAPPAN) Aris Saputra mengatakan, belum kunjung dibangunnya pasar yang hancur karena peristiwa kebakaran dua tahun yang lalu itu membuat pedagang merasa rugi. Sebab, hasil yang didapatkan sekarang tidak sebagaimana yang didapatkan saat menempati di dalam pasar. "Dibandingkan dengan yang terjadi sebelum kebakaran, kondisinya memang berbeda. Lebih bisa diharapkan ketika masih menempati di dalam pasar," tandasnya kepada Suara Merdeka, Selasa (17/1) kemarin. Hingga saat ini, karena pasar masih belum bisa digunakan untuk berjualan, pedagang hanya memanfaatkan trotoar ataupun ruang-ruang kosong yang lain. Dalam kondisi yang seadanya itu, ternyata hasilnya sangat berbeda dengan ketika berjualan di dalam pasar. Pendapatan menurun bahkan ada yang mencapai 50% lebih. Hal itu dialami tidak hanya oleh satu dua pedagang saja, namun hampir semuanya merasakan. "Pedagang merasa semakin susah saja selama berjualan di luar pasar. Sebab pendapatan yang dihasilkan dirasa sudah tidak lagi cucuk, dan bisa dikatakan jauh dari harapan para pedagang," paparnya. Desak Realisasi Pembangunan Berkaitan dengan hal tersebut, kata Aris, saat ini para pedagang tengah menunggu-nunggu kelanjutan dari rencana pembangunan kembali pasar tersebut. Sekaligus mereka juga ingin tahu tentang kapan kepastian realisasi dari rencana yang dahulu sempat diwacanakan pada Januari ini. Sebab, hanya dengan membangun pasar kembali kehidupan pedagang bisa seperti semula. "Para pedagang memang banyak menanyakan tentang bagaimana kelanjutan dari rencana pembangunan pasar. Mereka sangat berharap, pembangunan pasar bisa sesegera mungkin direalisasikan," jelasnya. Selain menanyakan kepastian, para pedagang saat ini juga tengah menunggu-nunggu adanya sosialisasi tentang kelanjutan rencana pembangunan pasar yang hancur akibat peristiwa kebakaran tahun lalu itu. Pasalnya, beberapa waktu sebelumnya, sosialisasi pernah dilakukan oleh Pemkot terkait dengan rencana tersebut. "Namun hingga sekarang, kok masih belum ada kelanjutannya lagi. Padahal, sosialisasi sebelumnya belum memaparkan hal yang pasti," tutur dia. Seperti telah diketahui, akhir Juni tahun 2004 lalu, Pasar Nusukan mengalami kebakaran. Api yang berkobar saat itu membakar hampir seluruh bangunan. Akibat peristiwa tersebut, praktis pasar yang telah hancur tidak bisa digunakan lagi oleh pedagang. Namun, kegiatan niaga tetap berjalan. Meski dengan tempat darurat. Kondisi seperti itu masih bertahan hingga sekarang. (G19, G13-16v) |