logo SUARA MERDEKA
Line
Rabu, 18 Januari 2006 PANTURA
Line

Lokasi Pencarian Semakin Melebar

  • Perahu Karet Belum Berani Turun

PEKALONGAN - Korban tenggelam di Pantai Slamaran yang hilang, Galih Nugroho (12), hingga kini belum diketahui keberadaannya. Anggota Polresta dan Tim SAR Brimob Pekalongan sampai saat ini terus mencarinya. Bahkan lokasi pencariannya semakin melebar, yakni sampai di ujung timur Kabupaten Batang.

Kapolresta Pekalongan AKBP Drs Agus Dwi Saputro melalui Wakapolsekta Pekalongan Utara Ipda Bambang Purnomo kemarin menagatakan, pihaknya telah menurunkan satu peleton Unit Perintis Sabhara (UPS) atau 30 personel dengan dibantu beberapa anggota Reserse Mobil (Resmob) untuk mencari korban.

Mereka diturunkan di Kabupaten Batang. Pencarian dibagi menjadi dua tim. Tim pertama menyisir dari arah Batang hingga Ujungnegoro dan tim kedua dari Batang ke Pantai Slamaran, Kota Pekalongan.

''Setelah berada di Batang, semua anggota UPS kami turunkan dan disebar untuk menyisir ke seluruh pinggiran pantai,'' papar dia.

Mengapa pencarian hanya dilakukan di pinggiran pantai, tidak sampai ke tengah perairan? Sebab, lanjut Bambang, ombak di sepanjang pantai sangat besar sehingga tidak memungkinkan pencarian ke tengah laut. Perahu karet yang sejak awal diturunkan dikhawatirkan tidak mampu menahan ombak.

''Demi keselamatan anggota, untuk sementara pencarian di tengah laut kami hentikan,'' ujar dia.

Dari pantauan Suara Merdeka di tempat penyisiran, semua anggota UPS melakukan tugasnya secara beriringan. Dengan berjalan kaki di pinggiran pantai yang berpasir, mata mereka tidak pernah lepas memandang ke arah tengah pantai.

Kadang-kadang ketika merasa lelah mereka akan berhenti di tempat sambil melihat gulungan ombak besar yang berada di tengah perairan.

Pengertian

Sementara itu, Karminah, ibu korban, kemarin pagi sudah tidak terlihat lagi di lokasi kejadian yang menenggelamkan anaknya.

Sebelumnya, sejak peristiwa itu, dia selalu berada di Pantai Slamaran untuk menunggu kedatangan anaknya. Namun setelah diberi pengertian oleh anggota kepolisian, akhirnya dia mau pulang ke rumahnya.

''Kami khawatir kalau terjadi apa-apa dengan dia sehingga kami memberi pengertian kepadanya dan menyuruhnya pulang,'' ujar salah satu polisi yang enggan disebutkan namanya.

Seperti diberitakan sebelumnya, anggota Polresta Pekalongan dan Tim SAR Brimob sejak tenggelamnya delapan anak di Pantai Slamaran terus mencari korban yang belum ditemukan. Awalnya, mereka hanya mencari di sekitar lokasi kejadian.

Namun karena tidak ada, akhirnya lokasi pencarian diperlebar hingga ke Kabupaten Batang. (H4-52n)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA