| Rabu, 18 Januari 2006 | PANTURA |
Kapal Gunung Baru 5 Terbalik
BATANG - Kapal Motor (KM) Gunung Baru 5, Senin (16/1) malam lalu terbalik setelah disapu gelombang saat akan masuk alur Pelabuhan Pendaratan Ikan (PPI) Klidanglor, Batang. Sebanyak 23 anak buah kapal (ABK) setelah berjuang mati-matian dengan berenang di antara gulungan ombak akhirnya berhasil menyelamatkan diri. Lima di antaranya bertahan dengan berpegangan pada tali kapal dan baru dibawa ke daratan Selasa pagi, sedangkan satu orang ditolong kapal yang akan masuk ke pelabuhan. Menurut keterangan Ngadiran (22), pemilik KM Gunung Baru, kapal yang semua ABK-nya berasal dari Kragan, Kabupaten Rembang itu berangkat dari PPI Klidanglor pada hari Jumat (13/1) sekitar pukul 14.00. Selanjutnya mereka langsung mengarungi Laut Jawa menuju sebelah utara Kepulauan Karimunjawa. ''Sepanjang perjalanan melaut, langit gelap dan hujan turun sepanjang hari. Selain itu, di tengah laut gelombang besar juga terus mengadang,'' ujar Ngadiran. Setelah dipertimbangkan, akhirnya diputuskan untuk kembali ke PPI Klidanglor. Pada hari Senin, saat kembali ke Batang, gelombang semakin tinggi. Sekitar pukul 21.30, kapal sudah mendekati muara. Dalam keadaan hujan deras dan ombak yang tinggi, Ngadiran yang pegang kemudi itu berusaha menghindari terjangan ombak besar. Namun nahas, ketika berada di sebelah timur lampu mercusuar, setir kemudi itu patah. Akibatnya, kapal tak terkendali dan terempas oleh gelombang sehingga menghantam bangunan pier penahan gelombang. ''Setelah itu kapal oleng dan tiba-tiba dari arah tengah datang ombak besar disertai angin kencang. Akhirnya kapal terbalik dan kami langsung terjun ke laut untuk menyelamatkan diri,'' ujar dia didampingi Daimin (55), ayahnya. Setelah berenang bersama ABK yang lain sampai di pantai, dia langsung melaporkan peristiwa itu ke Kantor Pelabuhan. Usaha pertolongan langsung dilakukan, beberapa jam kemudian Ketua KUD Ngupaya Mina Hadi Syafii bersama pengurus Mat Sofa dan nelayan yang lain menuju ke lokasi terbaliknya kapal, mencari ABK yang masih bertahan. Bantuan juga datang dari anggota TNI AL dan Kantor Pelabuhan dan Polsek Kota Batang dengan menggunakan perahu karet memantau pergerakan KM Gunung Baru 5. Ternyata, di sekeliling kapal tersebut sudah ada beberapa kapal yang menolong. Selasa pagi kemarin, bangkai kapal itu berada di sebelah barat alur muara, tetapi sore hari sudah bergeser menjauh ke sebelah timur mendekati lokasi wisata Pantai Sigandu. Akibat musibah itu, kerugian ditaksir mencapai sekitar Rp 300 juta. ''Harga kapal kira-kira Rp 200 juta, sedangkan jaring bersama peralatannya Rp 100 juta,'' kata Ngadiran. Menepi Untuk mencegah agar tidak tertabrak kapal yang akan masuk ataupun keluar muara, di lokasi tenggelamnya KM Gunung Baru 5 diberi rambu-rambu dan lampu kedip. Tanda-tanda itu juga dipasang di batas penyebaran jaring. ''Kami berharap tidak turun hujan sehingga air surut dan bangkai kapal bisa menepi,'' ujar Kepala Kantor Pelabuhan merangkap Syahbandar Batang Aluwi, setelah bersama Kapolsek Batang Kota AKP Tukiran menyisir lokasi tenggelamnya kapal itu. Kepala Dinas Perikanan dan Kelautan Drs H Wiharto Saputro MM bersama Kasubdin Kelautan Drs Retno Dwi Irianto MM kemarin siang juga menunggui evakuasi. ''Untuk mengangkat bangkai kapal masih menunggu keadaan arus dan gelombang surut karena untuk mengangkatnya kami tidak memiliki sarana yang memadai.'' Sampai kemarin sore, di pelabuhan itu masih banyak warga yang ingin menyaksikan bangkai kapal tersebut, meskipun yang terlihat hanya jaring yang masih terikat yang dijadikan sebagai tanda. (ar-52n) |