logo SUARA MERDEKA
Line
Rabu, 18 Januari 2006 PANTURA
Line

Jembatan Kali Tawing Ambruk

Windurojo-Kesesi Putus Total

KAJEN Hujan deras yang terus turun pada hari-hari belakangan ini mengakibatkan jembatan Kali Tawing di Desa Brondong, Kesesi, Kabupaten Pekalongan, ambruk pada Senin sore (16/1).

Akibatnya, Selasa (17/1) kemarin jalur Windurojo-Kesesi putus total dan tak bisa dilewati kendaraan. Badan jembatan sepanjang 26 meter dengan ketinggian enam meter itu jatuh ke dasar sungai.

Padahal jembatan tersebut merupakan jalur utama untuk distribusi hasil-hasil pertanian dari Windurojo ke Kesesi dan Kajen.

Warga sekitar mengatakan, jembatan selebar lima meter tersebut ambruk sekitar pukul 17.00, Senin.

Beruntung, pada waktu itu tidak ada kendaraan yang lewat sehingga tidak ada korban jiwa atau luka-luka.

Sekretaris Desa Windurojo Sumarto mengatakan, jembatan yang sudah berusia 20 tahun itu pada tahun 2000 lalu diketahui pernah retak. ''Tetapi, Pemkab Pekalongan sudah memperbaikinya. Sejak itu tidak pernah ada masalah pada jembatan tersebut, hingga ambruk kemarin sore,'' tegasnya.

Jika jembatan itu tidak segera diperbaiki, dikhawatirkan roda perekonomian masyarakat Kesesi dan Kajen bisa terganggu. ''Jembatan itu jalur satu-satunya untuk mendistribusikan hasil pertanian dari Windurojo ke Kesesi atau Kajen,'' katanya.

Selain itu, warga Windurojo yang berjumlah sekitar 1.000 kepala keluarga juga bisa terisolasi. Dalam keadaan jembatan putus, mereka jika ingin keluar desa harus lewat Desa Ujungnegoro yang jaraknya sangat jauh dan hanya bisa dilewati dengan jalan kaki.

''Jika hujan terus turun seperti sekarang, warga desa ini sama sekali tidak bisa ke mana-mana,'' tegasnya.

Longsor di Linggoasri

Kemarin, warga Desa Brondong dan Desa Windurojo datang ke lokasi jembatan yang runtuh itu untuk membantu menyeberangkan hasil pertanian atau warga yang akan ke pasar.

Hujan deras yang turun Senin sore lalu juga mengakibatkan tanah longsor di Desa Linggoasri, Kecamatan Kajen. Tanah longsoran itu menutupi jalan raya antara Linggo dan Paninggaran.

Dengan alat berat yang didatangkan Pemkab Pekalongan, longsoran berhasil dibersihkan pada pukul 00.00. Kendaraan pun berangsur-angsur bisa lewat dengan lancar satu jam kemudian.

''Pagi ini, kendaraan yang melewati jalur tersebut sudah dapat berjalan dengan lancar,'' ujar Plt Kepala Kesbanglinmas Djoko Laksono, kemarin. (G16-58)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA