| Rabu, 18 Januari 2006 | OLAHRAGA |
Pemain Muda China Serbu BirminghamBIRMINGHAM - Serbuan China pada kejuaraan bulutangkis All England di Birmingham yang akan dimulai Rabu bertambah dengan dua pemain muda. Tahun lalu China meraih apa yang mereka tinggalkan di Olimpiade Athena dengan memenangi empat dari lima gelar, menyamai penampilan mereka pada 1997 dan jauh melebihi rivalnya di Asia Indonesia, Malaysia dan Korea Selatan. Pendatang baru China pada sektor putra adalah Chen Jin (20), yang mengalahkan dua kali juara All England Chen Hong pada final Jerman Terbuka pada Minggu. Itu merupakan keberhasilan pada grand prix yang pertama bagi Jin, dua kali juara dunia junior, dan skor 15-3 15-7 menjadikannya sebagai pemain berbahaya di tunggal putra. Sebagai pemain yang tidak diunggulkan, lawan pertamanya adalah pemain berpengalaman unggulan kelima Hafiz Hashim, pemenang gelar 2003 ketika ia mengakhiri masa paceklik gelar tunggal putra Malaysia selama 37 tahun pada turnamen olahraga paling dihormati itu. Unggulan teratas dan juara 2004 Lin Dan, pemain kuat China lainnya, menghadapi pertandingan licin pada putaran kedua melawan pemain Denmark Kasper Oedum yang mencapai semifinal di Jerman. Rekan senegara Oedum, Peter Gade, yang menjadi unggulan ketiga, berada dalam kondisi baik tetapi pemain China, lama maupun baru, tampaknya akhirnya akan menguji juara 1999 itu. Pada tunggal putri pemain muda Lu Lan memberi juara Olimpiade berusia 30 tahun Zhang Ning, seniornya yang selisih 10 tahun, perlawanan keras di final Jerman Terbuka dan tampaknya ditakdirkan mempunyai masa depan cerah. Fans tuan rumah akan melihat ganda campuran peraih medali perak Olimpiade Nathan Robertson dan Gail Emms untuk mempertahankan gelar All England mereka tetapi akan ada kesedihan saat pemain tegap Simon Archer, yang meraih medali perunggu pada ganda campuran di Olimpiade Sydney, akan melakukan penampilan terahirnya di Birmingham sebelum mengundurkan diri dari bulutangkis internasional pada akhir 2006. Gembar-gembor kejuaraan tersebut adalah awal tahun yang sibuk dengan Commonwealth Games, European Games, serta putaran final Piala Thomas dan Uber dan kejuaraan dunia di Madrid yang semuanya akan digelar pada delapan bulan ke depan. Sebelum itu, mulai 1 Februari, Federasi Bulutangkis Internasional memulai percobaan dengan sistem skor 3 x 21 poin (terbaik dari tiga set) menggantikan 3 x 15 pada semua event IBF yang mempengaruhi poin ranking dunia. Di bawah sistem baru tersebut setiap reli akan menghasilkan satu poin, saat ini hanya yang melakukan servis yang mendapat poin. Persemakmuran Cabang bulu tangkis di Pesta Olahraga Persemakmuran di Melbourne akan menggunakan sistem skor baru best-of three dengan 21 poin (3x21), kata Federasi Bulutangkis Internasional (IBF) Selasa. Pertemuan dewan IBF di Kuala Lumpur bulan lalu menyetujui untuk menghentikan sistem skor tradisional (3x15) dan mengujicoba sistem skor baru mulai 1 Februari pada semua event olahraga itu. Kini penyelenggara Pesta Olahraga Persemakmuran juga memilih format 3x21 pada multi event yang akan digelar Maret itu. Di bawah sistem baru itu, poin diberikan pada setiap reli, tidak seperti sekarang yang hanya diberikan pada pemain yang memegang servis saja. ''IBF yakin bahwa sistem skor baru ini akan membuat permainan menjadi lebih menarik bagi penonton dan juga menarik bagi media, khususnya televisi,'' kata pernyataan yang dikeluarkan federasi itu Selasa. (ant-28) |