| Rabu, 18 Januari 2006 | OLAHRAGA |
TI Jateng Kirim Surat ke PBSEMARANG - Merasa tidak puas dengan cara pemilihan atlet Pelatnas, Pengurus Daerah Taekwondo Indonesia (Pengda TI) Jateng mengirim surat resmi ke Pengurus Besar (PB) TI. Isinya mempertanyakan kriteria pemanggilan lima atlet, yang kini masuk dalam timnas Asian Games Qatar, Desember mendatang. ''Sampai saat ini kami masih terus menunggu surat jawaban dari PB, karena surat resmi yang kami buat, sudah kami kirim tanggal 9 Januari lalu. Intinya, kami menanyakan kriteria apa yang digunakan oleh PB, sehingga tahu-tahu di Pelatnas muncul nama lima atlet tersebut,'' jelas Ketua Pengda TI Jateng Yahya Patu, siang kemarin. Lima atlet yang dimaksud adalah M Imam Dahlan (Jabar), Yuwana Wangsa (DKI), Rosandi (Jabar), Taufik Krisna (Jabar), Basuki Nugroho (Sumut). Sementara, Jateng -- yang menjadi langganan juara umum, baik tingkat senior maupun junior -- tidak terdapat atletnya di sana. ''Dari lima atlet tersebut, hanya Basuki Nugroho yang kami anggap pantas masuk Pelatnas, karena dia adalah peraih medali emas di SEA Games Manila. Empat atlet lainnya masih kami pertanyakan, karena prestasinya masih belum jelas,'' tandasnya. Kalau PB mau jujur, katanya, harus diadakan seleksi dahulu sebelum menanggil atlet, sehingga bisa diterima oleh semua pihak. Tetapi hal itu tidak dilakukan yang akhirnya memunculkan tanda tanya, karena cara pemilihan hanya main tunjuk. Diakui, di Asian Games Busan Korea empat tahun lalu, Dahlan Imam dan Rosandi berhasil meraih medali perak, tetapi setelah itu tidak bisa mempertahankan prestasi yang telah dicapai, seperti hasil di PON Palembang maupun di SEA Games Manila beberapa hari lalu. ''Prestasi empat tahun lalu tidak bisa dijadikan ukuran. Apalagi, Dahlan Imam baru saja cedera punggung akibat kecelakaan, sehingga kami masih meragukan kesiapannya. Supaya tidak menimbulkan tanda tanya, sebaiknya diadakan seleksi. Lalu ada apa di balik ini semua.'' (C16-28) |