logo SUARA MERDEKA
Line
Rabu, 18 Januari 2006 OLAHRAGA
Line

150 Atlet Masuk Pelatnas AG XV

JAKARTA - Sebanyak 150 atlet, Selasa, diresmikan KONI Pusat sebagai atlet yang akan tergabung dalam program Pelatnas Asian Games (AG) XV, dari 18 cabang olahraga (cabor). ''Seluruh atlet yang tergabung dalam program Pelatnas Asian Games XV itu dipilih berdasarkan prestasi mereka di SEA Games, Manila, yaitu bagi atlet yang dapat mempersembahkan emas atau perak,'' kata Direktur Pelatnas, Kusnan Ismukanto, di Jakarta.

Pada saat peresmian, enam cabor yang menyatakan sanggup mempersembahkan medali emas yaitu bulu tangkis, boling, layar, karate, taekwondo, dan voli pantai dengan jumlah total 50 atlet.

Sementara itu, cabor yang hanya menyatakan mampu memperoleh medali yaitu panahan, kano, catur, balap sepeda, judo, tenis meja, tenis lapangan, dayung, angkat besi, sepak takraw, dan wushu dengan jumlah total 75 atlet ditambah 25 atlet sepakbola.

''Sepak bola mendapat keistimewaan untuk mengikuti Pelatnas karena pada 2007, Indonesia akan menjadi tuan rumah Piala Asia sehingga Indonesia sangat diharap dapat tampil di Asian Games,'' ujar Kusnan.

Namun demikian, Direktur Pelatnas tersebut menyatakan, jumlah atlet yang telah disebutkan masih dapat mengalami perubahan karena akan dilakukan berbagai evaluasi selama Pelatnas berlangsung.

''Kemungkinan masih akan ada perubahan jumlah karena masih akan diadakan pemantauan selama Pelatnas berlangsung. Namun, saya pikir perubahan tersebut hanya akan berkisar pada angka 150 atlet. Jumlah atletnya tidak akan membengkak,'' ujar Kusnan.

Menurut dia, selama Pelatnas, akan ada beberapa kejuaraan di tingkat Asia yang bakal diikuti atlet yang tergabung atau tidak tergabung dalam Pelatnas AG XV. ''Salah satu penilaian kami mengenai kemampuan seorang atlet untuk tetap berada di Pelatnas atau tidak adalah dari hasil kejuaraan tersebut,'' katanya.

Uji Coba

Sementara itu ketika disinggung adanya atlet yang menolak mengikuti Pelatnas, Kusnan justru tidak melarangnya. ''Silakan saja jika mereka menolak mengikuti Pelatnas, tetapi saya tetap yakin bahwa mereka adalah atlet yang sudah mengerti tugasnya sehingga tidak mungkin akan menolak Pelatnas,'' kata Kusnan.

''Tetapi jika hal tersebut sudah terjadi maka saya sangat berharap Pengurus Besar cabang olahraga yang bersangkutan dapat menyelesaikannya.''

Kusnan juga menyatakan selama Pelatnas, akan dilakukan beberapa uji coba ke negara-negara di Asia seperti China dan bahkan Eropa.

Sementara itu, Ketua Umum KONI Pusat Agum Gumelar berharap agar keterpurukan Indonesia di SEA Games, Manila tidak terulang pada Asian Games, Doha, Qatar. ''Kita harus dapat belajar dari pengalaman, mengambil hal-hal yang baik dan menghindari kesalahan yang sama,'' katanya.

''Saat ini, kami berusaha mencari sistem terbaik untuk menyelenggarakan Pelatnas yaitu dengan lebih memberdayakan pengurus besar masing-masing cabor. Kami pun membentuk Direktur Pelatnas dan supervisor untuk memfasilitasi kepentingan pengurus besar dengan KONI Pusat.''

Pada kesempatan tersebut, Agum juga berharap, seluruh atlet, pelatih dan pengurus besar dapat menjalankan Pelatnas dengan penuh pengertian, kesungguhan dan kerja sama yang solid. (D3-28)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA