logo SUARA MERDEKA
Line
Rabu, 18 Januari 2006 OLAHRAGA
Line

Gunjingan Eriksson Bikin Inggris Panas

LONDON- Pelatih tim nasional Inggris, Sven Goran-Eriksson benar-benar mati kutu. Gunjingannya tentang para pemain ''bocor'' ke media, membuat situasi menjadi panas. Maklum, gunjingan Eriksson lumayan telak memukul kinerja para pemain nasional Inggris.

Eriksson mengatakan kepada reporter harian News of the World -yang menyamar sebagai warga Arab kaya- bahwa ia akan mundur dari jabatan pelatih jika Inggris merebut Piala Dunia 2006.

Usai itu, dia akan mempersiapkan diri menjadi manajer Aston Villa sebagai bagian dari sebuah rencana untuk mengambil alih klub tersebut.

Selain mengungkapkan rencana ambisiusnya itu, Eriksson tidak lupa ngrasani para pemainnya. Dia menyebut bek termahal dunia, Rio Ferdinand sebagai pemalas, menggambarkan Wayne Rooney adalah pemain pemarah dan berasal dari keluarga miskin, serta mengungkapkan bahwa David Beckham frustrasi bermain di Real Madrid.

Ia juga berkomentar mengenai posisi Michael Owen di Newcastle United, setelah striker timnas Inggris itu dibeli dengan harga 17 juta poundsterling dari Real Madrid.

Sesaat setelah koran itu terbit, Eriksson langsung menegaskan bahwa ia tidak bermasalah dengan para pemain bintangnya. Dia bersikukuh tidak bermaksud mempermalukan mereka dengan komentar-komentarnya tersebut. Namun asisten pelatih, Tord Grip mengakui bahwa ekspos media itu sangat memukul sang pelatih.

"Ia telah melalui banyak hal, tetapi ini sesuatu yang spesial. Ini benar-benar sebuah jebakan. Tetapi saya tahu, Sven baik-baik saja dan sangat komitmen pada pekerjaannya," kata Grip. "Berita itu menjadi sebuah pukulan baginya. Itu (berita) tidak baik karena kemudian Anda tidak bisa memercayai semua orang."

Tidak Harmonis

Menurut dia, Eriksson sangat terkejut ketika menyadari bahwa itu adalah sebuah jebakan, namun dia kini baik-baik saja. "Dia telah berbicara dengan mereka (para pemain) dan sedikit tenang menghadapi media. Saat ini hal tersebut tidak menjadi masalah," tegas Grip.

Dalam rekaman, terdengar Eriksson juga berbicara mengenai peluang menerima pekerjaan yang lebih menguntungkan meski dia masih terikat kontrak hingga 2008. Asosiasi Sepakbola Inggris (FA) segera mengeluarkan pernyataan masih mendukung Eriksson, tetapi rekaman itu menimbulkan keresahan di antara beberapa anggota FA.

Dua sumber senior FA mengatakan, bila komentar itu keluar setelah Piala Dunia 2006, bukan sebelumnya, maka FA akan menunjukkan reaksi berbeda. Salah satu anggota Komite Internasional FA mengatakan, jika pelatih menginginkan ketenaran dan kekayaan yang mengikuti sebuah pekerjaan, maka harus menerima tanggung jawab yang menyertainya.

''Ini bukan pertama kalinya (Eriksson terpeleset lidah), bukan?" kata sumber tersebut. "Hal yang paling tidak kami inginkan adalah munculnya keresahan di dalam skuad Inggris menjelang Piala Dunia dan mari berharap, dengan tindakan yang telah dilakukan, hal itu tidak menjadi kenyataan."

Pernyataan Eriksson dikritik keras oleh mantan kapten timnas, Terry Butcher. "Masalah itu bukan sekadar pembeberan mengenai kepercayaan diri pemain senior. Itu adalah pengkhiatan terhadap sebuah kepercayaan," kata Butcher.

"Ia mengatakan Beckham tidak bahagia di Madrid, dan Rio akan sangat kecewa atas apa yang ia (Eriksson) katakan mengenainya."

"Saya yakin itu akan sangat mempengaruhi hubungan antara dirinya dan anggota tim. Saat mereka berkumpul Maret nanti, mereka masih akan memikirkan Piala Dunia bersama, tetapi mungkin tidak seharmonis yang seharusnya," tutur Butcher. (rtr,F3-40)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA