| Rabu, 18 Januari 2006 | NASIONAL |
SOSOKTambatan Hati untuk Jateng
MESKI mengaku memiliki kartu tanda penduduk (KTP) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) dan tinggal di Jakarta, Mendiknas, Bambang Sudibyo, tetap memantapkan tambatan hati untuk Provinsi Jateng. "Maka saya prihatin kepada Jateng. Kenapa di daerah yang berhasil memunculkan banyak pemimpin itu jumlah penduduk yang buta aksara masih tinggi?" katanya dalam Rapat Koordinasi (Rakor) Pembangunan Pendidikan di Jateng, di Grhadhika Bhakti Praja, Jl Pahlawan 9 Semarang, belum lama ini. Maka dalam kegiatan yang dihadiri bupati/wali kota se-Jateng itu, dia membawa anggota DPR RI yang berasal dari kabupaten/kota di Jateng, seperti Munawar Sholeh dari Kabupaten Tegal, Ahmad Darodji dari Salatiga, dan Daromi Irdjas dari Purworejo. Ya, daerah-daerah tersebut "dikuliti" satu demi satu oleh menteri kelahiran Temanggung itu berkait dengan angka buta huruf dan pelaksanaan wajib belajar pendidikan dasar sembilan tahun. Meski diblejeti, tak ada anggota DPR RI atau bupati/wali kota yang marah. Maklum, pria kelahiran 8 Oktober 1952 itu menyampaikan kritikan tersebut dengan gaya kocak. "Saya lahir di Temanggung, dan ibu saya sampai sekarang tinggal di Kendal. Jadi, soal hati tetap untuk Jateng," kata suami Prof Dr Retno Sunarminingsih MSc Apt, yang dinikahinya 11 Agustus 1979, itu. (Widodo Prasetyo-46a) | ||||