| Rabu, 18 Januari 2006 | NASIONAL |
Sidang Hak Angket Impor Beras RicuhJAKARTA- Rapat Paripurna DPR Selasa kemarin ricuh, menyusul hujan interupsi dari sejumlah anggota Dewan yang kecewa karena usul hak angket impor beras gagal di rapat Badan Musyawarah (Bamus). Sebagian anggota Dewan meminta sidang paripurna membacakan agenda tambahan berisi penjelasan mengenai usulan angket soal impor beras. Namun interupsi itu disambut dengan mereka yang menolak hak angket. Tak urung, suara gaduh mewarnai ruangan Nusantara II. Kendati begitu, akhirnya sidang yang dipimpin Wakil Ketua DPR Soetardjo Soerjoguritno tersebut menyetujui tambahan acara tersebut, setelah dilakukan pemungutan suara atau voting dengan hasil 207 setuju dan 167 menolak. Maka, Eviyardi Asda (FPPP) menyampaikan pandangan para pengusul angket impor beras di depan paripurna. Kegaduhan terjadi sejak muncul interupsi soal tambahan agenda acara sampai dengan menjelang pemungutan suara berlangsung atau voting. Anggota Dewan berebut interupsi. ''Yang tidak propetani silakan mundur, jangan enak-enakan duduk di sini. Jangan rugikan para petani,'' teriak seorang anggota Dewan yang disambut tepuk ta-ngan anggota lainnya. Tak pelak, hal ini membuat Mbah Tardjo kesal dan memukulkan palu berkali-kali untuk menenangkan situasi. Sambil terus merokok, politikus gaek itu meminta semua anggota berlaku tertib dan menaati aturan. ''Sudah, kalian kok urakan betul? Kalian yang tenang, tolong jangan berebutan dong. Ini bisa diselesaikan atau tidak? Jika tidak, akan saya tinggal,'' ancamnya, sambil mengetukkan palunya berkali-kali. Akhirnya mereka sepakat dilakukan voting dengan cara suara diambil per fraksi, dan anggota Dewan itu mulai tertib. (sas-49t) |