| Rabu, 18 Januari 2006 | NASIONAL |
PPIH Pertanyakan Tidak Ada Jatah Zam-zamBOYOLALI - Panitia Pelaksana Ibadah Haji (PPIH) Debarkasi Adisumarmo melayangkan surat kepada PT Garuda Indonesia. Dalam surat yang dikirimkan Selasa (17/1) itu, PPIH mempertanyakan tidak adanya jatah air zamzam sebanyak lima liter yang biasa diberikan kepada setiap anggota jamaah haji, saat berada di Bandara King Abdul Aziz menjelang kepulangan ke Tanah Air. "Kami sudah mengirimkan surat itu tadi pagi (kemarin-Red), tapi sampai sekarang belum ada jawaban," kata Humas PPIH, H Ahmad Su'aidi SPd. Hingga pemulangan kelompok terbang (kloter) ketiga Selasa (17/1) siang, kata dia, tidak satu pun anggota jamaah haji yang mendapatkan jatah air zamzam seperti tahun-tahun sebelumnya. Padahal sesuai dengan aturan yang dikeluarkan pihak Garuda, jamaah disarankan tidak membawa air zamzam sendiri lantaran dikhawatirkan bisa memengaruhi sistem penerbangan. Sebagai gantinya, imbuh dia, Garuda menyediakan lima liter air zamzam bagi setiap anggota jamaah dengan kemasan yang memenuhi standar. "Tetapi ternyata, sampai kloter ketiga pemulangan, tidak satu pun yang mendapatkannya. Padahal banyak anggota jamaah, terutama yang sudah sepuh, tidak mengambil air zam-zam karena sudah njagakke jatah dari Garuda. Tentu mereka sangat kecewa, sebab air zam-zam itu merupakan oleh-oleh yang paling diharapkan," ujar dia. Petugas bagian barang pun sempat kaget, saat menyaksikan zamzam yang terangkut di bagasi hanya beberapa jeriken. Itu pun berupa jeriken biasa, bukan berasal dari Garuda. Ketua PPIH, Drs Masyhudi MM, yang ikut menjemput dan menerima jamaah haji turut prihatin menyaksikan sejumlah anggota jamaah yang kecewa atas tidak tersedianya air zamzam bagi mereka. Parahnya lagi, pihak Garuda tidak memberikan informasi atas ketiadaan tersebut; apakah ditunda ataukah memang tidak ada jatah. "Makanya kami menuntut penjelasan pihak Garuda, sehingga bisa menjawab kegelisahan jamaah yang menanyakan masalah itu kepada PPIH," imbuhnya. Sementara itu Manajer Garuda Solo, Taufan Hidayat, yang juga Kabid Penerbangan PPIH Debarkasi Adisumarmo, saat dimintai konfirmasi sedang tidak berada di tempat. "Bapak sedang tidak ada di tempat, kami tidak berwenang memberikan jawaban," kata Alvari, salah seorang stafnya. Pada sisi lain, Su'aidi menjelaskan, hingga kemarin kedatangan masih mundur antara tiga dan empat jam. Keterlambatan itu disebabkan karena padatnya jadwal pemulangan; sementara bandara King Abdul Aziz memiliki keterbatasan daya tampung.(G13-60a) Jadwal KEDATANGAN Rabu 18 Januari Kloter 6, 325 haji asal Kota Semarang dan petugas, pukul 02:00. Kloter 7, 325 haji asal Kabupaten Grobogan dan petugas, pukul 05:00. |