| Rabu, 18 Januari 2006 | NASIONAL |
128 Korban Tanah Retak Tinggal di Balai DesaPURBALINGGA - Sebanyak 29 keluarga yang terdiri atas 128 jiwa warga Dukuh Silenggak, Dusun Sawangan, hingga Selasa (17/1) masih tinggal di balai Desa Tlahab Kidul, Kecamatan Karangreja. Para korban tanah retak itu, tidak mau kembali ke rumah karena takut bencana susulan. Mereka belum bisa ke tempat relokasi, karena belum disiapkan. Ketua I LKMD Tlahab Kidul, Purwoko, menjelaskan, tempat relokasi belum diapa-apakan. ''Tempat itu belum dikapling-kapling. Karena itu, kami dari pihak desa belum bisa melakukan apa-apa. Katanya, masih menunggu gambar dari Cipta Karya. Jika kapling itu sudah jadi, panitia relokasi tingkat desa akan mengundinya,'' katanya, kemarin. Berbeda dari Purwoko, Kepala Bagian Bina Prasarana Wilayah, Setda Arif Hardoyo, yang dihubungi secara terpisah menegaskan bahwa pematokan kapling di lahan relokasi seluas 2.000 hektare itu sudah dilakukan. Sebab, gambar awal denah sudah dikirim dan gambar detail baru jadi kemarin. ''Jadi, pematokan kapling sudah. Mudah-mudahan dalam waktu lima hari sejak bupati memberi perintah, Jumat (13/1) malam, relokasi itu sudah selesai, setidaknya sudah bisa dimulai. Gambar detail atau gambar teknisnya baru kami rapatkan malam ini (semalam-Red),'' kata Arif. Lokasi pemindahan korban bencana alam tanah retak itu, tak jauh dari balai desa. Setiap keluarga akan mendapat jatah tanah seluas 64 m2. Adapun luas seluruh lahan yang disiapkan untuk relokasi itu sekitar 2.000 m2. Bupati, Triyono Budi Sasongko, telah memerintahkan kepada staf agar relokasi selesai dalam minggu ini. Sementara itu suasana balai desa yang menjadi tempat pengungsian warga, kalau siang hanya terlihat ibu-ibu, anak-anak, dan orang tua. Selama beberapa hari ini, para remaja maupun pemuda dikerahkan kembali ke Silenggak untuk mengambil harta benda mereka yang belum dibawa. (F10-41a) |