| Rabu, 18 Januari 2006 | NASIONAL |
Warga Gumpilsari Dievakuasi
SEMARANG- Longsor di Kampung Gumpilsari, Kelurahan Tinjomoyo, Kecamatan Banyumanik, Selasa (17/1) makin parah. Untuk mencegah korban jiwa, sebagian warga semalam terpaksa dievakuasi oleh tim Search and Rescue (SAR) Daerah Jateng dan Satuan Penanggulangan Bencana (Satgana) PMI Kota Semarang ke rumah warga lain yang lebih aman. Sadari, warga setempat, menuturkan, warga mulai merasakan kembali gerakan tanah di wilayah itu sekitar pukul 07.00. Menjelang siang, halaman rumah milik adiknya yang semula masih rata dengan jalan pun mulai turun. Hingga semalam rumah itu sudah turun hampir satu meter. Rumah milik Nyaiban yang semula sudah miring, semalam juga makin rusak. Tembok belakang rumah itu bahkan sudah pecah secara horizontal. Bahkan, sebagian rumah itu ambrol dan mengeluarkan suara gemuruh. Hal itu cukup mengejutkan warga serta beberapa anggota SAR Daerah Jateng dan Satgana PMI Kota Semarang. Mereka sebelumnya baru saja melalui depan rumah itu. Watijo, warga setempat, menuturkan, semula rumah warga yang rusak parah ada 14 buah dan semalam bertambah 4 rumah lagi. Rumah-rumah itu adalah milik Tumi, Suparno, Slamet Wanti, dan Susanto. Lurah Tinjomoyo Ngadiyono dan Camat Banyumanik Suciarso Jarot mengaku tidak tahu soal longsor susulan di Gumpilsari. Suciarso mengaku baru tahu dari wartawan saat dikonfirmasi. Dia kemudian berjanji akan berkoordinasi dengan lurah. Sebaliknya saat dihubungi semalam pukul 21.00, Ngadiyono mengaku baru akan melihat kondisi Gumpilsari. Dia mengaku, Selasa (17/1) siang meninjau permukiman Gumpilsari, namun tidak ada longsor susulan. Ngadiyono mengatakan, tidak ada kejadian yang istimewa di permukiman tersebut. Soal longsoran, katanya, sebagai sesuatu yang biasa. (G6,H5-46t) | ||||